<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731</id><updated>2012-01-16T00:17:10.625-08:00</updated><category term='History KB'/><category term='Serial Magfi'/><title type='text'>Maghfira</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-2747031877579678550</id><published>2011-05-22T20:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T21:00:34.883-07:00</updated><title type='text'>Maghfi: Tiga Tahun</title><content type='html'>Apa kabarmu Maghfi...? Hanya naluri yang mampu menjawab pertanyaan itu, pada waktu itu. &lt;br /&gt;Tidak lebih dari sebuah pengharapan yang dari dulu selalu diharapkan kepadanya. Iya... Dia &lt;br /&gt;memang perempuan yang selalu ku harapkan, semenjak  keluar dari rahim ibunya pada Jum'at &lt;br /&gt;040408 : terus terang angka ini sering ku jadikan kata sandi di beberapa akun online . Di &lt;br /&gt;rumah sakit swasta Harapan Bunda, Batam secara persalinan operasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jelas semuanya. Pada saat itu aku melihat badan mungil itu berbalut kain jarik &lt;br /&gt;kecoklatan dengan paras putih terlentang dengan sebelah mata kiri yang terpejam dan sebelah &lt;br /&gt;kanan sedikit terbuka. Di kedua telinganya aku kumandangkan Azan dan Qomad, sesuai dengan &lt;br /&gt;harapan yang sangat mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari paska kelahirannya aku belum puas dengan nama yang telah di milikinya pada &lt;br /&gt;saat itu. Sadarku, belum tuntas aku memberi hak kepadanya. Mengharapkan ampunan atas &lt;br /&gt;perbuatanku dan ku mohon maghfi dari MU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maghfira Araya Syahana". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa dipanggil yaya. Tapi terkadang aku memanggilnya dengan nama maghfi. Kemarin, Senin, 4 &lt;br /&gt;April 2011 usianya semakin beranjak tiga tahun. Cerita cerdas, jenaka, bahkan celotehnya ku &lt;br /&gt;dengar cukup jelas dan ku baca jelas disetiap susunan kalimat melalui pesan singkat dan &lt;br /&gt;barisan email yang disampaikan mama yaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki mungil yang dulu masih kupegang sangat lembut, kini mulai mengeras, seiring &lt;br /&gt;aktifitasnya bermain dan belajar di Paud. Ku yakin kaki itu kelak akan mampu menaklukan &lt;br /&gt;dunia dan mampu mengatasi setiap masalah yang datang menjadinya untuk dewasa dan semoga ia &lt;br /&gt;menjadi wanita yang memahami kodratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga maghfi. Sesungguhnya hidup di dunia ini penuh dengan retorika yaya. Jalanan penuh &lt;br /&gt;dengan debu, kotoran dan kerikil tajam yang pasti bakal mengusikmu tanpa putus dan pantang &lt;br /&gt;menyerah. Kerikil tajam itu akan menusuk setiap luas telapak kakimu. Tapi sedetikpun jangan &lt;br /&gt;kau kurangi mimpimu untuk menjadi manusia yang berakhlak budipekerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus yakinkan dalam hidupmu akan bahagia bila kamu bisa memastikan dan menanamnya dalam &lt;br /&gt;makna perjuangan dan kesabaran untuk melangkah terus dalam hidup. Jadilah dirimu sendiri &lt;br /&gt;dan besarlah atas kemampuanmu sendiri. Sesungguhnya orang tuamu hanya sanggup mengantar &lt;br /&gt;pada batasan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"SELAMAT ULANG TAHUN MAGHFI"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-2747031877579678550?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2747031877579678550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2747031877579678550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2011/05/maghfi-tiga-tahun.html' title='Maghfi: Tiga Tahun'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-3567318892761850799</id><published>2011-01-13T01:28:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T01:31:03.778-08:00</updated><title type='text'>Mari ber-Sedekah…….</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TS7GSsFVDOI/AAAAAAAAAKA/k-5CUqYnZaU/s1600/19345_108068899206370_100000097803564_213913_8340499_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TS7GSsFVDOI/AAAAAAAAAKA/k-5CUqYnZaU/s400/19345_108068899206370_100000097803564_213913_8340499_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561600614222597346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN SEDEKAH Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepis-nepis lengan bajunya agar belalang jatuh. Lantas Allah SWT berfirman, ''Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?''Nabi Ayub AS menjawab, ''Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu.'' Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam rezeki yang dikurniakan oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan. Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah. Sabda Rasulullah SAW, ''Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.'' Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, ''Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, 'Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah'. Yang satu lagi menyeru, 'Musnahkanlah orang yang menahan hartanya'.'' Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya; Pertama, mengundang datangnya rezeki. Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ''Pancinglah rezeki dengan sedekah.'' Kedua, sedekah dapat menolak bala. Rasulullah SAW bersabda, ''Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.'' Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Rasulullah SAW menganjurkan, ''Obatilah penyakitmu dengan sedekah.'' Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur. Kata Rasulullah SAW, ''Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur.'' Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (baik). Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu,kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah? Wallahu a'lam bis-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-3567318892761850799?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3567318892761850799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3567318892761850799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2011/01/mari-ber-sedekah.html' title='Mari ber-Sedekah…….'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TS7GSsFVDOI/AAAAAAAAAKA/k-5CUqYnZaU/s72-c/19345_108068899206370_100000097803564_213913_8340499_n.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-4176169642786243556</id><published>2010-07-15T02:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T02:59:06.299-07:00</updated><title type='text'>Suku Laut dan Kerajaan Johor </title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TD7b2Tl98eI/AAAAAAAAAJo/MLbg8ingerc/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 124px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TD7b2Tl98eI/AAAAAAAAAJo/MLbg8ingerc/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494070321457525218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TD7b1ynQrdI/AAAAAAAAAJg/RrhnGodCf3w/s1600/Suku+laut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TD7b1ynQrdI/AAAAAAAAAJg/RrhnGodCf3w/s400/Suku+laut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494070312604577234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TD7b1lUXx3I/AAAAAAAAAJY/N3Rvspsg4OI/s1600/suku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TD7b1lUXx3I/AAAAAAAAAJY/N3Rvspsg4OI/s400/suku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494070309035689842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengenal suku Laut di Provinsi Kepulauan Riau identik dengan hidup yang berpindah-pindag. Dari satu tempat ke tempat yang lain. Pindah dari satu pulau ke pulau yang lain. Hidup ditas perahu berukuran 0.8 x 2 meter. Tiga perahu berukuran sama dideret memajang sehingga nampak memanjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan yang dilakoni dan aktifitas rumah tangga semuanya dilakukan diatas sampan. Mengandalkan tangkapan ikan dilaut menjadi sumber mata pencaharian mereka dan konsumsi rutin mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman dahulu mereka sangat sulit untuk dipantau. Mengenai populasi pemerintah Riau (dulu Provinsi Kepri masih menjadi bagian Provinsi Riau) tidak bisa memastikan angka yang pasti berapa jumlah atau populasi mereka pada saat itu. Karena sifat hidup mereka yang selalu tidak menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pendidikan menjadi kendala bagi mereka. Bahkan, sarana kesehatan yang disediakan pemerintah jauh dari kebiasaan mereka untuk merujuk bila anggota keluarga mengalami gangguan pada kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman secara perlahan dan kontinyu. Kini pola hidup mereka yang lama perlahan mulai ditinggalkan. Memilih dan menetap didaerah hinterland seperti didaerah Pulau Gara, di Teluk Nipah di Pulau Kubung, Kota Batam. Sebagaian dari mereka mulai menghuni dan menetap di pulau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku laut yang berada di Kepulauan Batam sungguh erat dengan kaitanya dengan Kerajaan Johor pada tahun 1699. Sultan Mahmud Syah, keturunan terakhir wangsa Malaka-Johor yang terbunuh, atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Mahmud Mangkat di Julang. Dijaman kepemimpinan Sultan Mahmud Syah, para suku Laut memliki keeratan dan kebersamaan dibawah kepemimpinan Sultan Mahmud Syah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak mangkatnya Sultan Mahmud Syah yang terbunuh. Mulai saat itu kisah suku Laut tercerai belai hingga sekarang dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulainya, karena penolakan mereka terhadap kepemimpinan Wangsa Bendahara pada saat itu naik tahta sebagai Sulta Johor yang baru, menggantikan Sultan Mahmud yang wafat. Ketidaksepakatan mereka terhadap Sulta Johor yang baru dikarenakan suku Laut merasa curiga terhadap keluarga Bendahara yang bersubahat untuk membunuh Sulta Mahmud Syah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada tahun 1718, Raja Kecil, seorang petualang Minangkabau mengklaim atas tahta Johor. Mengetahui kesempatan ini, suku Laut memberi dukungan penuh terhadap raja kecil dari Minangkabau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghimpun sejumlah kekutan dan memperoleh dukungan dari dari prajurit-prajurit Bugis Sultan Sulaiman Syah. Kesultan Johor berhasil direbut kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-18 peranan suku Laut sebagai penjaga laut Selat Malaka untuk kesultanan Johor-Riau, yang secara perlahan digantikan digantikan oleh suku Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pribahasa dan tutur kata suku Laut memiliki kemiripan dengan Bahasa Melayu dan digolongkan sebagai Bahasa Melayu lokal. Dan pada saat itu hingga detik ini suku Laut masih mengandalkan insting sebagai nelayan menangkap ikan-ikan di laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehidupan mereka saat ini telah berubah dan menetap, apa lagi sejak terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau. Kini mereka mulai menetap pada sebuah pulau di Batam, yang masih bisa dijumpai di Pulau Gara, Teluk Nipah di Pulau Kubung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-4176169642786243556?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4176169642786243556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4176169642786243556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2010/07/suku-laut-dan-kerajaan-johor.html' title='&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Suku Laut dan Kerajaan Johor &lt;/span&gt;'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/TD7b2Tl98eI/AAAAAAAAAJo/MLbg8ingerc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-1594537184308593820</id><published>2010-05-14T02:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T03:05:02.376-07:00</updated><title type='text'>Akui Kesalahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/S-0gRr-7P-I/AAAAAAAAAJI/MFGpTJgIFbw/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/S-0gRr-7P-I/AAAAAAAAAJI/MFGpTJgIFbw/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471064610561540066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Abi Hurairah Ra. berkata, telah bersabda Rasulullah Saw, "barang siapa pernah &lt;br /&gt;melakukan kezaliman terhadap saudaranya, baik menyangkut kehormatannya maupun sesuatu yang lain, maka hendaklah dia minta dihalalkan dirinya hari ini, sebelum dinar dan dirham tidak berguna lagi (hari kiamat). (kelak) Jika dia memiliki amal saleh, akan diambil dirinya seukuran kezalimannya. Dan jika dia tidak mempunyai kebaikan (lagi), akan diambil dari keburukan saudaranya (yang didzalimi) kemudian dibebankan kepadanya." (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dianjurkan untuk memiliki sikap keberanian mengakui kesalahan dan meminta maaf &lt;br /&gt;atas kesalahan yang telah diperbuat. Dalam hadist diatas, Rasulullah Saw. Memerintahkan "Barang siapa yang pernah melakukan kedzaliman terhadap saudara baik &lt;br /&gt;menyangkut kehormatannya, maupun sesuatu yang lain, maka hendaklah dia minta &lt;br /&gt;dihalalkan darinya hari ini, sebelum mata uang tidak berguna lagi (hari kiamat)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedzaliman tidak hanya dilakukan oleh seorang penguasa kepada rakyatnya atau seorang &lt;br /&gt;pemimpin kepada bawahannya. Setiap orang memiliki celah untuk melakukan kedzaliman &lt;br /&gt;kepada sesamanya. Kedzaliman dapat dilakukan oleh tangan dan lidah kita sendiri. Dari kata-kata yang menyakitkan, menistakan, memprovokasi, dan mengklaim yang hanya &lt;br /&gt;dirinya paling berjasa (menganggap orang lain tidak memiliki kebaikan) adalah semua &lt;br /&gt;sifat yang bisa mendzalimi. Tangan yang menyengsarakan, sengaja menghilangkan hak &lt;br /&gt;orang muslim atau sesama umat lainnya adalah hal yang telah menistakan seharunya yang musti sudah menjadi haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim sejati, selalu memikirkan setiap langkah dari kedua kaki, kedua tangan dan &lt;br /&gt;perbuatan serta ucapan yang sekiranya dapat menyakiti perasan bahkan fisik antar &lt;br /&gt;sesama umat, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. "Orang muslim (sejati) adalah orang &lt;br /&gt;yang orang-orang muslim lainya selamat dari (gangguan) lidah dan tangannya." &lt;br /&gt;(HR.Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manusia bukanlah Malaikat". Siapapun bisa melakukan kesalahan kepada sesamanya. Jika hal itu terjadi, sikap terbaik yang dianjarkan Rasulullah Saw. adalah segera meminta maaf, itulah yang dilakukan Abu Dzar terhadap Bilal Ra dalam kisahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Abu Dzar Al-Ghifari terlibat percekcokan dengan Bilal. Karena kesal, Abu &lt;br /&gt;Dzar berkata "engkau juga menyalahkanku wahai anak perempuan hitam". mendengar &lt;br /&gt;dirinya disebut dengan sebutan anak perempuan hitam, Bilal tersinggung, marah dan &lt;br /&gt;sedih. Kemudian ia melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah Saw. Beliau kemudian &lt;br /&gt;menasehati Abu Dzar "Hai Abu Dza, benarkan kamu mencela Bilal dengan (menghinakan) &lt;br /&gt;ibunya ? Sungguh dalam dirimu ada perilaku jahiliyah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nasihat Rasulullah Saw itu Abu Dzar menyadari akan perbuatan dan &lt;br /&gt;kesalahanya. Saat itu segera ia menemui Bilal. Abu Dzar kemudian meletakan pipinya di tanah seraya mengatakan, "aku tidak akan mengangkat pipiku dari tanah hingga engkau injak pipiku ini agar engkau memaafkanku." Namun Bilal tidak memanfaatkan momentum itu untuk membalas dendam atas kepedihan dan kesedihannya, justru Bilal berkata : "berdirilah engkau, aku sudah memaafkanmu." Begitulah Abu Dzar dengan mudah dan berani mengakui kesalahan yang ia lakukan bukan dengan sengaja untuk menghina Bilal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti itulah yang seharusnya ada pada diri kita saat kita berinteraksi dengan pihak lain, terutama orang-orang terdekat kita seperti suami, istri, anak, orangtua, saudara dan seterusnya. Orang yang tidak belajar mengakui kesalahan tidak akan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (***)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-1594537184308593820?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1594537184308593820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1594537184308593820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2010/05/akui-kesalahan.html' title='Akui Kesalahan'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/S-0gRr-7P-I/AAAAAAAAAJI/MFGpTJgIFbw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-4991751093761613902</id><published>2010-05-03T21:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T21:33:21.287-07:00</updated><title type='text'>Lemah Lembut</title><content type='html'>Lemah lembut (Ar-Rifqu) adalah akhlak mulia, yang jauh lebih baik dari kedua akhlak &lt;br /&gt;yang terendah dan jelek yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menhadapi &lt;br /&gt;masalah hidupnya dihadapi dengan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan &lt;br /&gt;pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak di Ridhoi Allah SWT. &lt;br /&gt;dan RasulNya. Dan jika  hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan &lt;br /&gt;dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu kelemah &lt;br /&gt;lembutan, ia akan mulia di sisi Allah Swt. dan makhluk-makhluk lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri &lt;br /&gt;ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. &lt;br /&gt;Karena setiap manusia tidak pernah terpisahkan dari problema hidup. Jika tidak &lt;br /&gt;memperbekali dengan dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia akan gagal untuk &lt;br /&gt;menyelesaikan problemanya. Demikian agungnya akhlak ini sehingga Rasulullah memuji &lt;br /&gt;sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya: "Sesungguhnya pada dirimu ada dua &lt;br /&gt;perangai yang dicintai Allah, yakni sifat lemah-lembut (sabar) dan ketenangan (tidak &lt;br /&gt;tergesa-gesa)". (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak ini terkadang terabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri &lt;br /&gt;mereka, sehingga tindakannyapun berdampak negatif bagi dirinya atapun orang lain. &lt;br /&gt;Padahal Rasulullah sudah memperingatkan sikap amarah yang tidak pada tempatnya, &lt;br /&gt;sebagaimana beliau bersabda kepada seorang sahabat yang meminta nasehat: "Jangan kamu&lt;br /&gt;marah.". (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah. Tidak berarti manusia &lt;br /&gt;itu dilarang marah secara mutlak. Namun marah yang dilarang adalah marah yang &lt;br /&gt;disebabkan hawa nafsu, yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas berbicara, &lt;br /&gt;mencela dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji. Yang mana sikap&lt;br /&gt;ini menjauhkan diri dari kelemahlembutan. Dalam hadist yang shahih Rasulullah &lt;br /&gt;bersabda: "Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi &lt;br /&gt;orang yang kuat menahan dirinya dari amarah". (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercela yang &lt;br /&gt;ada pada seorang hamba, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdoa kepada Allah agar menghilangkan sifat-sifat jelek dab hina dari diri    &lt;br /&gt;   manusia.&lt;br /&gt;2. Terus menerus berdzikir pada Allah Swt. seperti membaca Al-Qur'an, bertasbih,    &lt;br /&gt;   bertahlil dan istigfar, karena Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan    &lt;br /&gt;   tenang dan tentram dengan mengingat Allah Swt. &lt;br /&gt;3. Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan marah dan balasan bagi &lt;br /&gt;   orang-orang yang mampu menahan amarahnya sebagaimana sabda Rasulullah Saw.  &lt;br /&gt;   "Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskan&lt;br /&gt;   (kelakd di hari kiamat)Allah akan memanggilnya dihadapan para makhluk-Nya hingga &lt;br /&gt;   menyuruhnya memilih dari salahsatu bidadari surga, dan menikahkannya dengan hamba &lt;br /&gt;   tersebut sesuai dengan kemauannya". (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;4. Merubah posisi ketika marah, seperti jika marah dalam keadaan berdiri maka    &lt;br /&gt;   hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring.&lt;br /&gt;   Berlindung dari setan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan     &lt;br /&gt;   membangkitkan kemarahannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-4991751093761613902?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4991751093761613902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4991751093761613902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2010/05/lemah-lembut.html' title='Lemah Lembut'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-1809193590101045711</id><published>2010-05-02T19:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T19:17:42.460-07:00</updated><title type='text'>Baiknya Bersedekah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/S94yPY4LIZI/AAAAAAAAAJA/aFRJfTtk62Q/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/S94yPY4LIZI/AAAAAAAAAJA/aFRJfTtk62Q/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466862237631848850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seseorang sahabat bertanya kepada Nabi shollallahu 'alaih wa sallam: "wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab: "Kau bersedakah ketika kau masih dalam keaadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai kerongkongan, kau baru berpesan: untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian." Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris)." (HR.Bukhary).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat pendata terperincinya Nabi shollallahu 'alaih wa sallam menggambarkan ciri orang yang paling afdhol dalam bersedakah. Sekurangnya kita temukan ada empat hal yang perlu kita pahami semasa hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama:&lt;br /&gt;Orang yang paling afdhol dalam bersedekah ialah orang yang dalam keadaan sehat lagi loba alias tamak, alias berambisi sangat mengejar keuntungan duniawi. Artinya, ia masih muda lagi masa depan hidupnya masih dihiasi aneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seseorang yang sukses, mungki dalam karirnya atau bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:&lt;br /&gt;Bersedekah ketika dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya dalam harta. Nabi shollallahu 'alaih wa sallam seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekah kurang bernilai dibanding orang yang dalam keadaan berambisi ingin menjadi kaya. Sebab bila seorang yang sedang berambisi menjadi kaya bersedekah berarti ia bukanlah tipe orang yang hanya ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri, melainkan kenikmatan yang dirasakannya perlu ada orang lain yang berhak untuk ikut merasakan kenikmatan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa jika Allah izinkan dirinya benar-benar menjadi orang kaya, maka dalam kekayaan itu dia bakal selalu sadar akan hak kaum yang kurang bernasib baik yang perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaligus kebiasaan bersedakah yang dikembangkan sejak seseorang baru pada tahap awal merintis bisnisnya, maka hal itu mengindikasi bahwa si pelaku bisnis itu sadar sekali bahwa rezeki yang ia peroleh seluruhnya berasal dari Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah Ar-Razzaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat berbeda dengan orang kaya dari kaum kafir seperti Qarun, misalnya. Qarun adalah tokoh kaya di zaman dahulu yang dalam meraih keberhasilan bisnisnya menyangka bahwa kekeyaan yang dia peroleh merupakan buah dari kepiawainya dalam berbinis semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak pernah mengkaitkan kesuksesan dirinya dengan Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah SWT. Qarun berkata, sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku (QS. Al-Qshshash ayat 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga:&lt;br /&gt;Sedekah menjadi afdhol bila si pemberi sedekah berada dalam keaadaan khawatir menjadi miskin. Walaupun ia dalam keadaan khawatir miskin, namun hal ini tidak mempengaruhi dirinya. Ia tetap berkeyakinan bahwa bersedkah dalam keadaan sperti itu merupakan bukti ke-tawakkal-annya kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sadar bahwa jika Allah kehendaki, maka mungkin sekali dirinya menjadi kaya atau miskin itu terserah Allah yang mengatur kehidupan. Yang pasti dalam keadaan apapun yang dialaminya tidak mempengaruhinya sedikitpun untuk kebiasaannya bersedakah.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sudah menjadikan bersedakah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam &lt;br /&gt;Al-Qur'an"&lt;br /&gt;"...yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit." (QS Ali Imran ayat 133-134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kempat:&lt;br /&gt;Nabi shollallahu 'alaih wa sallam sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seseorang baru berfikir untuk bersedakah ketika menjadi pada ajal kematian. Sehingga digambarkan oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru menyuruh seseorang pencatat menginventaresasi siapa-siapa saja pihak yang berhak menerima harta miliknya yang hendak disedekahkan atau diwasiatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhol. sebab pada hakikatnya, seseorang yang bersedekah ketika ajalsudah menjelang, berarti dia melakukan dalam keadaan terpaksa oleh situasinya sendiri yang sudah tidak punya pilihan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia bebas memilih antara mengeluarkan sedekah atau tidak, berarti ia lebih bermakna dari pada seseorang bersedakah ketika tidak ada pilihan lainya kecuali harus bersedekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Nabi shollallahu 'alaih wa sallam lebih menghargai orang yang masih muda dan sehat bersedakah daripada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk bersedekah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-1809193590101045711?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1809193590101045711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1809193590101045711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2010/05/baiknya-bersedekah.html' title='Baiknya Bersedekah'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/S94yPY4LIZI/AAAAAAAAAJA/aFRJfTtk62Q/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-2577721595138245391</id><published>2010-05-01T01:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T01:36:13.134-07:00</updated><title type='text'>PENGUASA</title><content type='html'>Akan ada penguasa yang kamu ketahui namun kalian mengingkarinya. Maka barang siapa yang tidak menyukainya dia telah berlepas diri dan barang siapa yang mengingkarinya dia selamat dan barang siapa yang ridha dan mengikutinya maka dia tidak akan berlepas diri. (HR. Muslim dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir zaman adalah zaman kelabu dan abu-abu. Banyak orang bersikap dalam keseharinya juga demikian abu-abu. Tidak jelas lagi sikapnya, karena langkah-langkah yang diambil selalu dengan tidakan yang jarang menggunakan pendoman agama. Kita kehilangan heroisme dan kejuangan. takala setiap kita secara kolektif mengambil jalan aman maka tidak akan muncul sosok yang mampu membendung gerakan-gerakan kemungkaran, karena apa yang dlakukan oleh kebanyakan manusia sudah dianggap sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penguasa misalnya yang secara benderang melakukan kesalahan sering kali kita tak mampu untuk memberi nasehat, kritik, teguran tau peringatan. Kita terbelenggu atau mungkin atau lebihnya tepatnya kita membelenggu diri dengan ketakutan-ketakutan yang kita ciptakan atas komunitas yang sepaham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi diatas menggambarkan bahwa wilayah kekuasan adalah wilayah yang rumit yang tidak hati-hati kita akan terseret dan terlilit oleh kerumitan yang sulit diurai. Ada diantara kita yang tahu kemungkaran itu namun kita tidak berani, bahkan sekedar untuk tidak suka dan benci pada kemungkaran yang nyata tergambarkan, agar kita terbebaskan dari dosa kemungkarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir zaman para pemberani itu menjadi minoritas tidak seperti di zaman sahabat sahabat Rasulullah dimana keberanian dan heroisme menjadi sebuah tindakan massif dab gampang disaksikan dalam tindakan wacana. Para sahabat adalah generasi paling berani, kritis bahakan terhadap Nabi sekalipun jika apa yang dikatakan Rasulullah merupakan pendapat pribadi yang bisa dipertanyakan atau diberi usulan baru. Dan Nabipun sering menerima masukan selama hal itu menjadi maslahat ummat. Kasus perang Badar, Uhud dan Khandaq menjadi saksi bagaimana sistim musyawarah dan ruang kritis diberi ruang demikian luas. Demikian pula di zaman Umar. Dizaman Umar gerakan egalitarian (muasawat) demikian terasa denyutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan zaman sampai detik ini terasa semakin remang-remang sebagai akhir zaman, dimana kebenaran jelas namun tidak berani diungkap. Beragam kepentingan berseliweran dalam benak kita, sehingga menimbulkan kemandulan ruhani. Kesan itu menjadi menu pahit tapi dinikmati dengan terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya Rasulullah menegaskan barang siapa yang mengingkari kemungkaran yang dilakukan pemimpinya maka dia akan diselamatkan dari siksa Allah di akhirat nanti, dan barang siapa yang menyatakan rasa ketidaksukaanya atau menahan geram ketidaksukaannya dalam hatinya maka dia akan terlepas dari dosa-dosa pemimpinnya. Sedangkan yang  membebek, mengekor, membela mati-matian walaupun sudah jelas salah telanjang, maka dia tidak akan lepas dari kesalahan pemimpinnya dan dia tidak akan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah bersabda bahwa phatologi sosial-religius akan muncul di akhir zaman nanti. Dimana keterlambatan shalat para pemimpin dianggap wajar bahkan dibenarkan dengan beragam alasan. Karena kesibukan, karena waktu yang padat karena acara tidak bisa ditunda dan seterusnya. Rasulullah bersabda dalam hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sikap kalian jika datang pada kalian pada penguasa yang mengakhirkan menunaikan shalat bukan diawal waktu? Shalatlah kalian tepat waktu dan jadikan shalat kalian bersama dengan mereka itu sebagai tasbih (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang terjadi saat ini, para pemimpin yang kita ikuti tidak lagi takut pada Sang Khalik, tidak pernah dekat lagi dengan sang Maha Awas. Kita menjadi pengekor bahkan untuk shalat tepat waktu saja kita merasa ketakutan dan tidak "enak" para pemimpin kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma maksiat kepada Allah menjadi demikian menyengat takala hati kita tumpul melihat kemungkaran didepan mata. Kaidah emas yang Rasulullah ajarkan tidak menggedor hati untuk direalisasikan di alam nyata. Sabda Rasulullah hanya menjadi hiasan khtbah dan ceramah dan tidak merayap dalam kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya dia mengubahnya dengan tanngannya, jika tidak mampu maka hendanya mengubahnya dengan lidahnya dan jika tidak mampu juga hendaknya dilakukan dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman (HR. Muslim dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketumpulan dan penumpulan nurani ini akan melahirkan berhala-berhala semu bagi kita semua. Ada ketaatan ganda kepada Allah dan pada yang selain Allah. Namun, kita sering kali mencari pembenaran walaupun hati kita merasa sangat tidak nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir zaman, dimana penyelewengan menurut Rasulullah menjadi sesuatu yang massif dilakukan. Manusia tidak lagi peka dan tidak mau peka dari mana mereka mendapatkan harta yang mereka makan, dan untuk apa mereka belanjakan. Apakah harta yang mereka dapatkan itu dari lorong yang halal atau dari jalan yang gulita dan haram tak lagi menjadi sebuah pertanyaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama merapat pada umara dengan tujuan hanya memperoleh dinar dan dirham serta kepingan rupiah. Daya kritis yang semakin mandul, daya konstruktif yang semakin terkubur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara tanda mendekatnya kiamat adalah : berjubelnya para khatib di mimbar-mimbar dan banyaknya ulama yang menempel pada penguasa kalian. Lalu mereka menghalalkan yang haram demi penguasa itu dan mengaharamkan yang halal demi mereka. Mereka memberi fatwa sesuai dengan syahwatnya. Ulama-ulama kalian mengajar agar mereka mendapatkan dinar dan dirham dan mereka jadikan Al-Quran sebagai komuditas pembicaraan mereka (HR.Ad-Dailami). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kondisi riil kita saat ini. Harta-harta syubhat dianggap halal dengan beragam alasan, dengan beragam hujjah dan argumentasi yang di cari-cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benarlah sabda Rasulullah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akan datang suatu masa pada manusia dimana kita tidak lagi peduli daripada dia mendatangkan harta, apakah dari yang halal atau dari yang haram (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin yang benar pasti ada walaupun dia demikian langka. Selangka keberanian kita untuk menyatakan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang senantiasa berpegang teguh dengan sunnahku saat terjadi perselisihan diantara ummatku laksana orang yang memegang bara api (HR.Hakim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Sang Pencipta mempercepat lahirnya pemimpin yang bertanggungjawab untuk kemaslahatan agama dan kejayaan kaum muslimin dimasa depan. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-2577721595138245391?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2577721595138245391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2577721595138245391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2010/05/penguasa.html' title='PENGUASA'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-1304645964597488419</id><published>2009-12-01T01:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T05:02:37.029-08:00</updated><title type='text'>Maghfira</title><content type='html'>&lt;em&gt;Ilahi lastu lilfirdausi ahla,&lt;br /&gt;Walaa aqwa 'ala naatil jahiimi, &lt;br /&gt;Fahabli tauban waghfir dznubi,&lt;br /&gt;Fainaka ghafirudz dzanbil 'adzimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzunubi mitslu a'daadir rimali,&lt;br /&gt;Fahabli taubatan ya Dzal Jalaali, &lt;br /&gt;Wa'umri naqishu fi kulli yaumi,&lt;br /&gt;Wa dzanbi zaaidun kaifa - htimali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilahi' abdukal 'aashi ataak,&lt;br /&gt;Muqirran bi dzunubi Wa qad di'aaka,&lt;br /&gt;Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,&lt;br /&gt;Wain tadrud faman narju siwaaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai Tuhanku... aku sebetulnya tak layak masuk surgaMu,&lt;br /&gt;tapi... aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMu,&lt;br /&gt;karena itu mohon terima taubatku ampunkan dosaku,&lt;br /&gt;sesungguhnya Engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir&lt;br /&gt;maka berilah ampunkan oh Tuhanku yang Maha Agung &lt;br /&gt;setiap hari umurku terus berkurang &lt;br /&gt;sedangkan dosaku terus menggunung,&lt;br /&gt;bagaimana aku menanggungkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai Tuhan, hambamu yang pendosa ini&lt;br /&gt;datang bersimpuh kehadapanMu&lt;br /&gt;mengakui segala dosaku&lt;br /&gt;mengadu dan memohon kepadaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalu engkau ampuni itu,&lt;br /&gt;karena Engkau sajalah yang bisa mengampun &lt;br /&gt;tapi kalau tolak, kepada siapa lagi, &lt;br /&gt;kami mohon ampun selain kepadaMu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bait ku perhatikan makna yang diharapkan bagi si pendosa, atas tumpukan dosa dan bagaikan bilangan pasir lautan. Harapan itu tidak semu, tidak maya dan tidak dongeng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, keampunan itu hanya milikNya. Tapi, andaikan permohonan itu ditolak, kepada siapa aku meminta, memelas dan memohon-mohon ampunan selain diriNya. Aku tahu... harapan teramat dalam itu tidak semu, ya Tuhanku. Hanya dunia ini yang semu. Hidupku hanya menumpang, bagaikan musafir yang berpergian tanpa arah, dan hanya singgah sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah aku mendapatkan kenimatan surgaMu yang didalamnya terdapat keindahan yang tidak pernah kulihat didunia ini. Dan sesungguhnya aku juga tidak sanggup menerima hujatan dari amukan nerakaMu. Tolong wahai Tuhanku. Denahi diriku... sehingga aku selalu berjalan kearahMu dengan ridho hanya dariMu.&lt;br /&gt;"Negeri 5 Menara"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-1304645964597488419?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1304645964597488419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1304645964597488419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/12/maghfira.html' title='Maghfira'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-420630390029425816</id><published>2009-11-24T22:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T22:49:09.485-08:00</updated><title type='text'>Siasat Penaklukan Singapura</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SwzTIk15I-I/AAAAAAAAAIw/IgmhUJRw9dk/s1600/soearamelajoe.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 60px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SwzTIk15I-I/AAAAAAAAAIw/IgmhUJRw9dk/s400/soearamelajoe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407929396847256546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Moh. Effendy bin Abdul Hamid&lt;br /&gt;Menurut sejarah Melayu, berawal dari murkanya seorang raja bernama Raja Iskandar Shah yang telah dicoreng karena fitnahan yang dilakukan seorang anak bendaharawan kerajaan menjadi siasat kerajaan Majapahit untuk menaklukan Singapura yang sempat gagal dalam pertempuran memperebutkan pulau Singapura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhianatan Sang Rajuna Tapa seorang bendaharawan kerajawan Singapura karena menaruh dendam kepada sang raja yang telah mehukum mati anak perempuannya disula didepan umum khalayak ramai. Kepedihan dan rasa sedih yang mendalam Sang Rajuan Tapa berkomplot dengan dengan Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Rajuna Tapa tahu, Batara Majapahit menyimpan permusuhan yang dalam sekian lama karena telah dikalahkan oleh pasukan Kerajaan Singapura. Lalu Sang Rajuna Tapa memutuskan mengirimkan kabar dengan menulis surat kepada Betara Majapahit dengan memberitahukan bahwa ada peluang untuk menyerang lagi dan janji Sang Rajuna Tapa akan menolongnya untuk mengatur siasat penyerangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, pada satu pagi, angkatan laut Majapahit datang menyerang, dengan kekutan tiga ratus jong dan banyak lagi jenis kapal perang menyerang Singapura waktu itu. Peperangan berlarut dengan panjang, dan sampai pada akhirnya keterbatasan makanan bagi pasukan Kerajaan Singapura menjadi titik lemah perlawanan mereka atas pasukan Kerajaan Majapahit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui kondisi pasukannya melemah akibat keterbatasan makanan, Raja Iskandar Shah memerintahkan kepada Sang Rajuna Tapa untuk mengeluarkan stok beras yang ada di gudang. Disinilah siasat dan kesempatan Sang Rajuna Tapa untuk membalas dendam atas kematian anak perempuannya  dengan mengatakan persedian beras yang ada di gudang sudah habis. Mengetahui kondisi terjepit dan melemahnya mental pasukan Kerajaan Singapura. Akhirnya pada satu malam kota Kerajaan Singapura dikepung oleh pasukan Kerajaan Majapahit. Pengepungan itu dilakukan setelah mengetahui kondisi pasukan Kerajaan Singapura dan dibantu Sang Rajuna Tapa membuka pintu gerbang utama kota Kerajaan Singapura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimalam pertempuran itu pasukan Kerajaan Majapahit berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Singapura dengan memakan banyak korban di pasukan Kerajaan Singapura. Mengetahui kekalahan yang diderita pasukannya, Raja Iskandar Shah memutuskan untuk segera meninggalkan kerajaannya dan menyerahkan wilayahnya dibawah kekuasan Kerajaan Majapahit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Beberapa Peneliti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Crawfurd pernah membuat penelitian dalam 1821 tentang bekas petempatan (settlement) di Singapura yang bersempadan dengan laut pada arah timur dan ke arah utara oleh benteng, dan di barat pula bersempadan dengan sungai atau teluk berpaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kajian menarik ialah makalah Hermann Kulke, Epigraphical References to the 'City' and the 'State' in Early Indonesia (dalam jurnal 'Indonesia', Jilid 52 Oktober 1991, muka 3-22, terbitan Southeast Asia Program Publications, Universiti Cornell).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulke cuba menyelongkar proses sejarah pembentukan negara di Asia Tenggara dengan meneliti sumber batu bersurat atau epigrafi dan mencari kosa kata yang menunjukkan proses perkembangan dari kota ke negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu Bersurat tahun 1323 di Tuhanaru mengatakan tentang 'rajya' Majapahit atau kawasan dalaman (inner core) yang dikuasai oleh kerajaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di luar 'rajya' ialah 'bhumi' (atau dvipa) Jawa. Mengikut Kulke, pertama kali dalam sejarah kawasan Jawa Timur dikuasai oleh sebuah dinasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan luar Bhumi Jawa ialah 'pulau-pulau luar' atau 'Nusantara' (juga disebut 'dvipantara').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulke mengatakan tentang tulisan Negarakertagama (baris 13-16) yang mengatakan bahawa pulau-pulau luar ('dvipantara') ini telah menunjukkan ketaatan kepada Raja Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin cerita Sang Rajuna Tapa menunjukkan proses bersejarah ini - penaklukan Singapura menjadi sebahagian proses berterusan dalam pembentukan negara pramoden Indonesia. Mungkin ia terjadi, mungkin ia tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulke mengatakan bahawa Majapahit telah menakluki kerajaan-kerajaan kecil yang dekatnya. Jadi kita ada bukti bahawa dalam sejarah ada sebuah “propensity” atau kemungkinan besar Majapahit telah menakluki Singapura pada seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bukti serangan Majapahit dari segi arkaeologi dan penulisan sejarah, kalau ditemui, akan menjadi sangat berguna. Penemuan kapal, senjata dan rangka manusia purba pada era itu akan meningkatkan lagi kesedaran kita tentang serangan Majapahit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya, dongeng dan fakta penyelidikan sejarah dan arkeologi merupakan kunci memahami hal silam, termasuk kisah Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah warga negara Singapura, mahasiswa program doktoral bidang sejarah University of Hawaii at Manoa (UHM), juga pengelola Moslem Society in Asia di UHM.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-420630390029425816?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/420630390029425816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/420630390029425816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/11/siasat-penaklukan-singapura.html' title='Siasat Penaklukan Singapura'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SwzTIk15I-I/AAAAAAAAAIw/IgmhUJRw9dk/s72-c/soearamelajoe.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-3670003579924173786</id><published>2009-10-29T04:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T04:12:21.900-07:00</updated><title type='text'>Pelajar Tanjungpinang Berduel Pantun</title><content type='html'>Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Untuk duel yang satu ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang sangat mendukung, bahkan bagi sipemenang dari duel tersebut akan mendapatkan hadiah. Pertarungan yang dilaksanakan pada 22 – 28 Oktober akan melibatkan seluruh pelajar yang ada di Tanjungpinang, mengingat duel ini sangat penting karena pelajar di negeri kota Pantun : Tanjungpinang harus mengenal lebih dalam karya sastra hebat melayu berupa pantun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut panitia, pantun harus dibudidayakan diseluruh lapisan kalangan masyarakat, mengingat dengan pantun penyampaian maksud dan kehendak terkesan akan lebih santun, sekalipun penyampaian tersebut sifatnya menyindir atau mengkritisi. &lt;br /&gt;Semenjak Tanjungpinang ditetapkan sebagai kota pantun, Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan menginginkan agenda ini rutin diselenggarakan, terutama dikalangan pemuda Tanjungpinang. Pagelaran yang dilaksanakan di SMU Negeri 2 Tanjungpinang ini bersempena dengan Bulan Bahasa dengan kegiatan bertemakan “Menyelami Dunia Sastra Lewat Pantun”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia pelaksana, Tusiran Suseno usai menjabarkan agenda kegiatan bulan bahasa yang digelar Pemko Tanjungpinang. Ia juga menjelaskan pelaksanaan adu pantun ini dilaksankan di SMU Negeri 2 Tanjungpinang, karena sekolah ini satu-satunya yang memiliki fasilitas gedung bahasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seirama dengan keinginan Walikota Tanjungpinang, Tusiran akan terus mensosilasikan penggunaan pantun sebagai penyampaian maksud dengan tidak mengurangi makna yang sebernanya, karena pantun akan menjadi sastra penyampain yang saat santun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan peserta dalam duel pantun kali ini dipastikan sudah memiliki persiapan yang matang, karena sastra pantun di hampir setiap sekolah sudah menjadi muatan lokal pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ini merupakan langkah yang baik dalam upaya mempertahakan dan pengembangan budaya sastra melayu. Agar generasi muda saat ini bisa lebih mencitai sastra Melayu yang membesarkan nama budaya Melayu. “Saat ini kebiasaan penyampaian pantun memang selalu dibacakan disetiap kegiatan seremoni. Namun, acapkali pembicaran/percakapan sehari-hari kita tidak diselingi dengan kosakata yang tersusun santun dan berurut seperti pantun. Hendaknya bisa dibiasakan agar masyarakat lebih cinta dan bangga dengan penggunaan sastra Melayu ini,” kata Tusiran, yang sedikit mejabarkan agenda perlombaan yang akan ikut turut dilaksanaka yakni, cerdas cermat pantun, peraduan pantun, pembacaan puisi serta workshop. (PM/berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-3670003579924173786?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3670003579924173786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3670003579924173786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/10/pelajar-tanjungpinang-berduel-pantun.html' title='Pelajar Tanjungpinang Berduel Pantun'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-3248629752362334562</id><published>2009-10-29T04:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T04:14:28.726-07:00</updated><title type='text'>Istana Damnah, Puing Kejayaan Kesultanan Riau Lingga</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/Sul3DkszzRI/AAAAAAAAAIo/SWvnvspYiEU/s1600-h/lrg-50-replika_istana_damnah_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/Sul3DkszzRI/AAAAAAAAAIo/SWvnvspYiEU/s400/lrg-50-replika_istana_damnah_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397976531655183634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/Sul274JCSNI/AAAAAAAAAIg/UBf6SZsvdLE/s1600-h/01-01-tangga-istana-damnah-lingga.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/Sul274JCSNI/AAAAAAAAAIg/UBf6SZsvdLE/s400/01-01-tangga-istana-damnah-lingga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397976399434893522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kampung Damnah, disinilah tapak keberadaan Istana Damnah yang masih tersisa, salah satu diantara keberadaan yang paling berharga sepajang sejarah Kesultanan Riau Lingga. Istana Damnah merupakan  bekas tapak kerajaan yang masih tersisa dan terlihat, meski jejak itu hanya menyisakan anak tangga muka istana dan tiang-tiang dari sebahagian tembok yang pernah menompang dan berdiri tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi sekarang Anda hanya bisa menjumpai beberapa puing tersebut, sisanya lenyap dimakan waktu sesuai dengan keberadaan Kesultanan Riau Lingga. Sekarang sisa puing istana ini terletak di hutan yang disebut dengan kampung Damnah, Daik-Lingga.    &lt;br /&gt;Istana Damnah yang dibangun pada tahun 1860 oleh Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi, yang Dipertuan Muda Riau X (1857-1899) merupakan tempat kediaman Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II, dimana sebelumnya kediaman Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II di Istana Kota Baru yang tidak berjauhan dari pabrik sagu yang didirikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak otonomi daerah, pemerintah setempat mulai memperhatikan keberdaan situs sejarah ini, dengan jalan membangun replika Istana Damnah, yang dibangun berdasarkan riset para arkeolog, budayawan serta pihak-pihak terkait, guna pencapai pembangunan sesuai dengan wujud aslinya. Kini replika tersebut menjadi salah satu objek wisata sejarah yang sewaktu-waktu bisa dikunjungi para wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keaslian atau sisa Istana Damnah yang sesungguhnya dibiarkan semula jadi, namun pembangunan replika Istana Damnah dibangun secara terpisah di kota Daik. Daik pernah menjadi menjadi pusat pemerintahan kerajaan Riau-Lingga dan sekarang menjadi ibu kota Kabupaten Lingga. Untuk mencapai Kota Daik yang terletak di Sungai Daik, hanya dapat dilalui dengan perahu di waktu air pasang. Karena di waktu terjadinya air surut, Sungai Daik akan mengering dan hal ini menyebabkan akan sulit untuk menuju Kota Daik. Perkembangan pilihan transportasi sekarang bisa dilalui dengan jalan darat dengan cara melalui sungai itu terus kemuara (Pancur) yang terletak di pantai utara pulau Lingga, berseberangan dengan Pulau Senayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-3248629752362334562?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3248629752362334562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3248629752362334562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/10/istana-damnah-puing-kejayaan-kesultanan.html' title='Istana Damnah, Puing Kejayaan Kesultanan Riau Lingga'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/Sul3DkszzRI/AAAAAAAAAIo/SWvnvspYiEU/s72-c/lrg-50-replika_istana_damnah_2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-8723280628270457380</id><published>2009-10-29T02:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T03:59:43.523-07:00</updated><title type='text'>Harta Karun Lanun di Jemaja</title><content type='html'>Jemaja, Kepulauan Anambas. Dulu, pulau tersebut menjadi rahasia pribadi atau tempat persembunyian para lanun (bajak laut). Selain tempat persembuyian, ternyata pulau tersebut dijadikan tempat penyimpan harta rampasan dari setiap kapal dagang yang melalui perairan laut Cina Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kebiasaan lanun tidak semuanya menyimpan harta rampasannya di dasar laut. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya tempat penyimpanan harta di pesisir pantai Pulau Jemaja. Penemuan tempat penyimpanan harta tersebut merupakan hasil tim ekspedisi Komando Pengendalian (Kodal) I yang melakukan kunjungan pengawasan tepatnya di pesisir Pantai Pusik, Pulau Jemaja bagian barat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penemuan bukti sejarah tersebut terungkap atas ketidaksengajaan pada saat kondisi air laut sedang surut. Hal itu diketahui setelah menemukan sebuah bekas lubang galian yang selama ini tertutup pada saat kondisi air laut sedang pasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memastikan dari dekat, tim menemukan sejumlah pencahan keramik bermotif Cina kuno. Pecahannya keramik yang ditemukan tidak terlalu kecil, seukuran tiga perempat dari ukuran aslinya. Seluruh penemuan dan pecahan dari keramik dikumpulkan dan tim ekspedisi Kodal I membawa dua buah pecahan keramik sebagai contoh yang akan diserahkan kepada arkeolog. Penyerahan tersebut guna menggungkap umur serta asal dari keramik-keramik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan keramik kuno di pantai Pesik tersebut bukan merupakan penumuan yang pertama kali. Penduduk tempatan sering menggali pasir pantai untuk mendapatkan keramik kuno, dan hasil penemuan mereka kebanyakan dijual kepada peminat yang ingin memilikinya.&lt;br /&gt;Jemaja, pulau yang memiliki luas kurang lebih 541 ribu kilometer persegi ini menyimpan eksotik keindahan alam serta kemisteriusan pulaunya sesuai dengan namanya yang diartikan secara etimologi merupakan “Jemaah Raja-Raja”.(KM/berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-8723280628270457380?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/8723280628270457380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/8723280628270457380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/10/harta-karun-lanun-di-jemaja.html' title='Harta Karun Lanun di Jemaja'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-5970206377506213673</id><published>2009-10-25T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T01:27:42.481-07:00</updated><title type='text'>Celoteh Budak Sebauk Di Lampung</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SuQL6QkKLQI/AAAAAAAAAIY/c2K8sIH0810/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 93px; height: 62px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SuQL6QkKLQI/AAAAAAAAAIY/c2K8sIH0810/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396451349003644162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya saat itu hiduplah sebuah keluarga kecil dan melarat, yang kesehariannya mengarungi lautan sebagai objek andalannya untuk memperoleh ragam kebutuhan hidupnya. Sebagai kepala keluarga ia  berprofesi sebagai nelayan harus berjuang ditengah pertemuan arus laut dan hantaman gelombang deras, belum lagi nasibnya yang harus bertarung dengan kondisi alam yang sulit ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis kehidupan yang dilakoninya saat ini. Bagaikan berdiri diatas geladak kapal nelayan yang tidak pernah diam akibat gelombang laut. Belum lagi musim angin utara, kebanyakan nelayan tidak berani melaut karena cuaca alam yang tidak bersahabat, alahasil ini akan mengurangi pendapatan dari kebiasaannya melaut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai nelayan kecil, ia yang dilakoni sebagai “Tok kadir” harus memenuhi semua kebutuhan 5 orang anaknya. Sebenarnya, kalau Tok Kadir memiliki perencanaan dalam mengatur jumlah kelahiran, mungkin kehidupannya sebagai nelayan tidak akan sulit yang sekarang ia rasakan. Tidak musti dikejar-kejar rentenir dan tukang kridit karena terlilit utang demi memenuhi semua kebutuhanya. Bisa dibayangkan-kan kehidupan Tok Kadir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan sulit Tok Kadir tersebut diperankan sejumlah siswa sekolah dasar Tanjung Sebauk, Senggarang dan penampilan kelompok seni celoteh Budak Sebauk dari Senggarang, Tanjungpinang  memetaskan teater berdurasi kurang lebih 15 menit di Lampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagelaran seni budaya yang diadakan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat pada Kamis (1/10) malam menampilkan 33 provinsi sebagai peserta, dan penilaian dewan juri lebih memfokuskan pada pesan yang dibawa dari atraksi seni budaya itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sumber harian media lokal, penampilan yang disuguhkan kelompok seni Celoteh Budak Sebauk mampu menampilkan, penampilan yang memesona para penonton yang hadir termasuk sejumlah kepala daerah yang hadir dari seluruh Indonesia dan para pejabat BKKBN pusat dan daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni atraksi dari perwakilan Provinsi Kepulauan Riau ini sungguh berbeda, karena umumnya peserta yang disertakan dalam perlombaan tersebut adalah mereka para orang dewasa, yang harus bersaing dengan dengan sejumlah anak-anak pelajar sekolah dasar. &lt;br /&gt;Pada kesempatan tersebut Walikota Tanjungpinang, Hj Suryatati A Manan memperoleh kesempatan menunjukkan kebolehan yakni membaca puisi yang menyampaikan amanah dan pesan-pesan keluarga berencana. Puisi yang cerdas menggambarkan bahwa saat ini paradigma KB seolah-olah hanya kewajiban kaum perempuan saja, begitu seterusnya, sangat menyentil dengan bahasa dan aksen melayu yang mudah dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Tanjungpinang, Drs Surjadi MT, mengatakan, penampilan kelompok seni Celoteh Budak Sebauk dan ibu walikota Suryatati mendapat apresiasi yang meriah dari seluruh hadirin yang hadir. "malam itu akan menjadi permulaan yang hebat bagi murid SD tersebut untuk terus membangun talentanya dalam dunia seni," ujar Surjadi. (berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-5970206377506213673?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/5970206377506213673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/5970206377506213673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/10/celoteh-budak-sebauk-di-lampung.html' title='Celoteh Budak Sebauk Di Lampung'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SuQL6QkKLQI/AAAAAAAAAIY/c2K8sIH0810/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-7261886947217704822</id><published>2009-10-04T22:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T22:26:25.647-07:00</updated><title type='text'>Tanjungpinang, Negeri Pantun Melayu</title><content type='html'>Bisa dikatakan pantun merupakan kesenian yang kian terpinggirkan dan secara perlahan mulai tergerus zaman. Padahal banyak cara untuk menyelamatkan karya satra khas Melayu ini. Salah satunya dengan menggelar opera pantun yang berlangsung di Jakarta belum lama ini. Dengan sajian pantun bergaya baru, penonton tidak akan bosan menikmati seni yang sarat akan nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bait pantun yang didendangkan dalam rangkaian opera pantun adalah karya Rizal Nur. Sastrawan Melayu yang aktif melestarikan pantun di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ini sengaja mengemas pantun secara berbeda. Opera pantun sebenarnya sebuah rangkaian pantun dalam jalinan cerita. Cara ini dibuat supaya penonton tidak bosan menyimak isi pantun tanpa kehilangan maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beragam bentuk pantun yang tersebar dalam budaya masyarakat Melayu. Antara lain pantun percintaan, pantun mantra, pantun menidurkan anak, hingga pantun perkawinan. Semua pantun tersebut memiliki kesamaan, yaitu sarat akan nasehat dan berkaitan erat dengan unsur agama Islam meski diucapkan dalam suasana yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Upaya melestarikan budaya pantun sudah seharusnya digalakkan, bersamaan pagelaran tersebut bertempat di Taman Ismail Marzuki (TMI), Jakarta, selasa 30 April 2008 sekolompok budayawan dan sastrawan Tanjungpinang menampilkan opera pantun yang mampu memesona penonton dalam penyuguhan yang aktraktif dan kreatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menampilkan permainan opera pantun, rencana pencanangan ditandai dengan ikrar bersama Yayasan Panggung Melayu (PM) dan budaya Melayu se-Asia Tenggara, menetapkan Kota Gurindam, Tanjungpinang sebagai Negeri Pantun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjungpinang secara historis memiliki perkembangan kesusastraan yang menawan dan sangat pantut dikenang dan dikembangkan. Alasan ini yang menjadi dasar kenapa Kota Tanjungpinang ditetapkan sebagai negeri sastra pantun, demikian yang disampaikan Pimpinan Yayasan Panggung Melayu Rizal Nur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pantun, di negeri pantun (Tanjungpinang) merupakan sebuah karya sastra lisan melayu yang secara turun-temurun sudah dikenal dengan kebiasaan masyarakatnya yang menggunakan pantun sebagai dasar komunikasi dalam menyampaikan maksud dan kehendak, budaya tersebut terbawa pada era saat ini, contohnya setiap pembukaan maupun penutupan kegiatan selalu dimulai dan diakhiri dengan pantun,” jelas Rizal Nur. (liputan6.com/btmtoday)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-7261886947217704822?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/7261886947217704822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/7261886947217704822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/10/tanjungpinang-negeri-pantun-melayu_04.html' title='Tanjungpinang, Negeri Pantun Melayu'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-6236209819754458779</id><published>2009-10-04T22:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T22:24:53.708-07:00</updated><title type='text'>Pantun Disajikan Dalam Bentuk Opera</title><content type='html'>&lt;embed allowscriptaccess="always" src="http://video.liputan6.com/libs/jwplayer/player-licensed-viral.swf" allowfullscreen="true" flashvars="repeat=list&amp;amp;file=http%3A%2F%2Fvideo.liputan6.com%2Fmrss.php%3Fprogram%3Dnews%26id%3D158685%26m_id%3D715043&amp;amp;autostart=true&amp;amp;plugins=viral-1d" height="360" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-6236209819754458779?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/6236209819754458779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/6236209819754458779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/10/pantun-disajikan-dalam-bentuk-opera.html' title='Pantun Disajikan Dalam Bentuk Opera'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-1246611212532760549</id><published>2009-08-17T05:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T06:21:42.889-07:00</updated><title type='text'>Perjuangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SolZNTdMuxI/AAAAAAAAAIA/iqrLB0c1yTw/s1600-h/HUT+RI.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 109px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SolZNTdMuxI/AAAAAAAAAIA/iqrLB0c1yTw/s400/HUT+RI.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370922115711941394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari jadi bangsaku&lt;br /&gt;Dengan semangat merah dan putih warna didirimu,&lt;br /&gt;ku berusaha menjadikan makna warna dirimu didiriku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-1246611212532760549?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1246611212532760549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1246611212532760549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/08/perjuangan.html' title='Perjuangan'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SolZNTdMuxI/AAAAAAAAAIA/iqrLB0c1yTw/s72-c/HUT+RI.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-3580323999754896429</id><published>2009-08-03T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T21:06:19.269-07:00</updated><title type='text'>Surutnya Hak Melayu</title><content type='html'>Di negeri bertamadun Melayu. Etnis Melayu mendapati hak istimewa berupa hak kepemilikan, baik secara sosial maupun ekonomi. Pasalnya di negeri yang berpenduduk 27 juta warga Malaysia, 60 persen adalah etnis Melayu. Selain Melayu, terdapat sekelompok minoritas etnis China dan etnis India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kebijakan baru yang diinginkan oleh pemerintah Malaysia, dengan maksud mengurangi aturan kepemilikan yang melandasi kebijakan proetnis. Ini bertujuan agar beberapa perusahaan bisa menambah pemasukan di pasar saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dan aturan yang dimaksud pemerintah tidak akan dilakukan secara massal, melainkan kebijakan yang masih bersifat secara proetnis melayu itu akan dikikis secara perlahan-lahan yang saat itu diumumkan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Nazib Razak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desakan itu muncul seiring adanya krisis ekonomi dunia yang juga dilanda negara Malaysia. Negara itu mengalami jatuhnya psar saham sebesar 40 persen padfa 2008. Hal ini mengakibatkan minimnya perhatian investor untuk membeli saham mereka. kenyataan ini yang menyurutkan hati pemerintah Malaysia untuk mempertahakan kebijakan ekonomi proetnis Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang ditetapkan oleh pemerintah Malaysia dianggap beberapa pengamat politik dan ekonomi tindakan yang tegas dianggap ia mampu dan benar-benar siap mengambil keputusan yang sulit semata-mata untuk meningkatkan ekonomi dan memperkuat persatuan partai koalisi Barisan Nasional (BN). Selain itu pemerintah dianggap juga mendekati kelompok oposisi yang menginginkan pemberlakukan sistim ekonomi liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak oposisi juga menginginkan segala macam aturan berlandaskan ras, seperti pada sistim perumahan, pendidikan, tenaga kerja dan kepemilikan perusahaan agar segera dihapuskan. (sumber: Kompas/Net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-3580323999754896429?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3580323999754896429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3580323999754896429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/08/surutnya-hak-melayu.html' title='Surutnya Hak Melayu'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-1377288725677361316</id><published>2009-07-31T02:04:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T20:47:35.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Magfi'/><title type='text'>Maghfi III</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Minggu Pertama di Bulan April 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Perut yang membesar secara lahiriah&lt;br /&gt;dan masih, aku dan istriku rutin melakukan pemeriksaan&lt;br /&gt;karena ada sosok yang akan menjelang satu kehidupan&lt;br /&gt;dan mengisi hari dengan kesibukan baru kami, lalu&lt;br /&gt;kami memintanya untuk memanggil ayah dan ibu&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Bagi kami ia adalah anugrah yang tiada tara&lt;br /&gt;karena, "kesempatan" itu kami peroleh,&lt;br /&gt;dan kami yakin ini ridho dariNya. Syukurku kepada Mu&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Menikmati hidup ditengah rumah tumpangan&lt;br /&gt;dengan harapan si suami meminta pindah kelak biarpun ngontrak&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;obrolan serius di ruang tamu waktu itu&lt;br /&gt;suami (aku), istriku yang kupanggil dodo,&lt;br /&gt;mertua perempuan (mak) dan mertua laki-laki (bak)&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;ditengah obrolan itu,&lt;br /&gt;dodo menjulurkan badannya dengan mimik muka yang meringis&lt;br /&gt;ia menahan sakit, karena bidan yang memeriksanya mengatakan&lt;br /&gt;"ulfa udah bukaan dua"&lt;br /&gt;Semalaman aku bersama istri dan mertuaku&lt;br /&gt;menginap di klinik bidan Baloi-Batam&lt;br /&gt;tapi saat itu, istriku belum menunjukkan tanda-tanda kuat untuk&lt;br /&gt;melahirkan saat itu (ini hasil analisa ku yang ngawur)&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;bak : wik, nampaknya dodo tidak bisa lebih lama lagi&lt;br /&gt;mak : ya wik....!&lt;br /&gt;dodo : mas, ingat dak pesan dokter Darma&lt;br /&gt;diakan ada kasih memo ke kita untuk menemui rekannya&lt;br /&gt;sesama dokter di rumah sakit harapan bunda&lt;br /&gt;siapa nama dokter tu mas..?&lt;br /&gt;aku :#^$*%@!&gt;:.....!!&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;bergegas aku mencari lembaran catatan&lt;br /&gt;tulisan sesorang dokter terkenal dengan indahnya&lt;br /&gt;tapi masih bisa ku baca&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku : ini...!!! namanya dr.Maiman&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;kepanikan emang tidak bisa kutunjukkan,&lt;br /&gt;hari ini cukup lelah,&lt;br /&gt;jadwal pagi kerjaan masih mengentri pendataan keluarga&lt;br /&gt;alhasil kerjaan ndak beres ada kesalahan pada mengentri&lt;br /&gt;untungnya hari jumat, jam kerja hanya setengah hari&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;bak : sekarang kamu telpon dan daftarkan dodo&lt;br /&gt;mak : ya wik....!&lt;br /&gt;ku ambil telpon dan janjian pukul 04.00 sore&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;karena udah diingatkan tentang antrian&lt;br /&gt;kalau kami datang telat akan bergeser nomor antrian&lt;br /&gt;aku dan istriku tidak mau sampai terlambat tiba di RS&lt;br /&gt;menggunakan sepeda motor bebek kriditan aku melaluijalan yang cukup unik&lt;br /&gt;karena memang aku tidak hapal betul, jalan raya di batam&lt;br /&gt;agar selamat dan tidak nyasar,&lt;br /&gt;yang kuingat dari pintu masuk nagoya hill yang menghadap komplek nagoya bisa tembus ke pintu masuk dan keluar nagoya hill dan langsung tembus ke daerah pelita tempat RS Harapan Bunda&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;dodo : loh, kok kita masuk sini mas...?&lt;br /&gt;aku : iya, dari pintu masuk nagoya hill sebelah sini kita bisa tembus ke pintu keluar yang sebelah sana. do ada gopek...?&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;palang pintu masuk pelataran nagoya hill&lt;br /&gt;mempersilakan kami masuk&lt;br /&gt;jalang melingkari nagoya hill dan kami keluar persis disamping I-Hotel.&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku : nah kalau dah tiba sini aku dah hapal jalannya do&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;ku pakir sepeda motorku, disebelah tukang yang lagi memperbaiki&lt;br /&gt;gedung RS yang sedang di renovasi&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;kurang lebih seperempat jam kami menunggu antrian&lt;br /&gt;akhirnya giliran kami diperiksa dr.maiman&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;dr.maiman : ibu silahkan baring disitu&lt;br /&gt;dr.maiman : sebentar ya pak saya periksa istrinya dulu&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;memutar arah badan 360 derajat, dokter itu kembali ke meja kerjanya dan di hadapannya ada aku yang menunggu kabar hasil pemeriksanya&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;dr.maiman : istri bapak udah bukaan dua, air ketuban sudah keluar, karena istri bapak saya lihat mengalami depresi saya tidak berani menjamin atas keselamatan keduanya.&lt;br /&gt;dr.maiman : saran saya, segera kita lakukan operasi caesar&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;tidak sampai waktu 3 menit aku berpikir&lt;br /&gt;aku memutuskan untuk menuruti saran dari dokter tersebut&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku : lalu bagaimana pak&lt;br /&gt;dr.maiman : silahkan bapak komfirmasi kepada staf administrasi rumah sakit, sebentar saya panggilkan&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;ndak lama kemudian staf adminitrasi RS Budi Kemuliaan mengetuk pintu ruang praktek dokter maiman&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;staf RS : mari pak, ikut saya&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;diruang, persis dibelakang apotek RS Budi Kemulian&lt;br /&gt;aku harus menanda tangani salinan kwitasi&lt;br /&gt;sebagai awal tanda jadi bahwa istriku mendapat pelayanan medis&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;staf RS : pak...! bapak harus melunasi minimal separuhnya&lt;br /&gt;dari total pembiyaan terlebih dahulu&lt;br /&gt;aku : berapa mbak?&lt;br /&gt;staf RS : seluruhnya Rp. 7.5 juta,&lt;br /&gt;dan sisanya kalau ada tambahan biaya obat dari dokter, bapak harus melunasi sisanya dan tambahan obat dari dokter&lt;br /&gt;aku : kira - kira beberapa total seluruhnya ya mbak?&lt;br /&gt;staf RS : biasanya tak jauh dari Rp. 7.5 juta kok pak...&lt;br /&gt;jadi, bapak mau bayar berapa sekarang?&lt;br /&gt;aku : saya bayar Rp. 4 juta dulu mbak&lt;br /&gt;staf RS : baik pak, saya akan buatkan kwitansinya dulu&lt;br /&gt;aku : iya... makasih mbak&lt;br /&gt;staf RS : sama - sama pak&lt;br /&gt;--   &lt;br /&gt;aku berlari menuju ruang praktek dokter maiman&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;dr.maiman : pak, kita lakukan operasinya jam setengah enam ya&lt;br /&gt;dodo : dok, bisa ndak operasinya dilakukan lepas shalat magrib?&lt;br /&gt;dr. maiman : baik bu kita siapkan dulu ruang operasinya&lt;br /&gt;dodo : makasih dok&lt;br /&gt;aku : makasih pak&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;kami kembali keruang tunggu.&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;dodo : mas tolong telpon bak, kabari dan suruh kemari, pake taxi aja&lt;br /&gt;aku : ya do&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;tidak lama berselang kedua orang tua yang kami tunggu sampai dengan selamat, mereka menaiki taxi langganan yang pangkalannya tak jauh dari rumah tumpangan kami&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;bak : wik, sekarang kamu pergi ketempat bidan tadi malam,&lt;br /&gt;dan katakan maaf dodo ulfa harus segera mendapat pertolongan RS&lt;br /&gt;sekalian kamu ambil pakaian dan kain untuk dodo&lt;br /&gt;mak : ya wik...!&lt;br /&gt;aku : ya bak, mak... sekarang langsung kesana,&lt;br /&gt;tolong jaga dodo ya mak&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;sepeda motorku ku kebut untuk kesekian kalinya,&lt;br /&gt;dan masih menggunakan "jalur gopek" Nagoya Hill&lt;br /&gt;sebenarnya ada perasaan tidak enak pada bidan tempat kami inap tadi malam&lt;br /&gt;tapi, aku harus bermuka batu,&lt;br /&gt;karena biaya periksa dan inap tadi malam belum bisa kubayar&lt;br /&gt;dan syukurnya bidan tersebut tidak meminta pungutan bayaran atas jasa yang telah diupayakan, mengingat suaminya adalah teman sekantor tante ku di Telkom&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;kembali keparkiran RS Harapan Bunda&lt;br /&gt;berlari kecil aku menghapiri bak yang lagi duduk sendirian&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku : dodo dimana bak?&lt;br /&gt;bak : udah didalam, ditemani mak wi, kamu shalat-lah dulu, belum magribkan?&lt;br /&gt;aku : ya bak, tinggal dulu bak...!&lt;br /&gt;bak : ya wik...&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;satu jam lebih kami menunggu diruang tunggu&lt;br /&gt;aku bolak - balik keluar masuk kamar kecil&lt;br /&gt;mak keliatannya terus berdoa&lt;br /&gt;sama dengan bak, tapi wajah bak sedikit tenang&lt;br /&gt;ketimbang mak yang nampak jelas sekali mengkhawatirkan anaknya&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;lagi - lagi ku perhatikan lampu diatas persis pintu masuk ruang operasi&lt;br /&gt;yang masih merah menyala&lt;br /&gt;setengah jam berlalu kami masih menunggu&lt;br /&gt;dan tidak berselang lama dr.maiman keluar dengan keringat yang mengucur&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;dr. maiman :Alhamdulillah anak bapak lahir dengan selamat dan&lt;br /&gt;anak bapak cewek selamat ya pak&lt;br /&gt;tapi untuk sementara ibu saja yang masuk terlebih dahulu,&lt;br /&gt;bapak - bapak tunggu disini ya&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Alhamdulillah syukurku atas nikmat-Mu ya Allah&lt;br /&gt;pakaian yang ku bawa dalam tas kain berwarna merah jambu, langsung ku berikan kepada mak, karena ada kode dari mak yang meminta&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku tidak bisa banyak berkata kepada bak,&lt;br /&gt;karena aku kini menjadi ayah semenjak pukul 19.43 Wib&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;suster RS : mari pak dilihat anak dan cucunya&lt;br /&gt;bak : oh ya makasih, ayo wik&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;melihat dirinya terbalut kain putih bersih,&lt;br /&gt;persis hati dan jiwanya yang masih suci&lt;br /&gt;kulitnya yang putih memerah persis ibunya dan&lt;br /&gt;keningnya yang nonong kuanggap persis diriku&lt;br /&gt;kutatap kedua matanya&lt;br /&gt;yang separuh terbuka yakni hanya mata sebelah kanan&lt;br /&gt;dan mata sebelah kiri belum terbuka secara sempurna&lt;br /&gt;dialah selama 9 bulan didalah rahim yang sempurna&lt;br /&gt;dialah yang selama ini dan seterusnya ku jaga dan bakal kurawat&lt;br /&gt;dan dialah anak perempuan yang kuharapkan&lt;br /&gt;lahir dengan panjang lebih kurang 50 cm dengan berat 3.1 kg&lt;br /&gt;Alhamdulillah ya Allah&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;bak : wik... bacakan adzan ditelinga sebelah kanannya&lt;br /&gt;dan bacakan qomat di telinga sebelah kirinya&lt;br /&gt;aku : iya bak&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku dan bak tidak bisa terlalu lama melihatnya&lt;br /&gt;karena gadis kecilku akan dibawa keruangan spesial khsusnya&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku dan bak melihat dodo akan dibawa keruang perawatan&lt;br /&gt;masih diatas kasur roda ia terbaring&lt;br /&gt;dan aku hanya bisa membisikan ketelinganya&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku: terimakasih do, kamu memberiku gadis kecil yang manis&lt;br /&gt;dodo : sama - sama mas&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;kupastikan semuanya udah makan&lt;br /&gt;istriku,&lt;br /&gt;dan anakku yang kutanya kepada suster jaga.&lt;br /&gt;baru aku pamit untuk mengisi perutku yang udah lapar&lt;br /&gt;disaat itu ku kabari pada kedua orangtuaku perihal cucu pertamanya telah lahir dan kepada seluruh dunia atas suka citaku&lt;br /&gt;perihal hadirnya khalifah perempuan di dunia ini&lt;br /&gt;terima kasih ya Allah&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;ku selesaikan makanku dengan cepat bermaksud untuk kembali melihat istriku&lt;br /&gt;dan disana ada mak dan bak yang setia menunggu&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;bak : wik, kamu menginap disini ya, bak dan mak mau pulang&lt;br /&gt;mak : ya wik...&lt;br /&gt;aku : ya mak, bak saya panggilkan taxi&lt;br /&gt;bak : ndak usah, bak jegat aja didepan, bak masih apal alamat rumahmu&lt;br /&gt;aku : ya udah mak, bak ati-ati dijalan&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;tinggal berdua aku dan istriku,&lt;br /&gt;dan ada satu pasangan suami - istri yang juga menjadi pasien&lt;br /&gt;namun ia berbeda nasib dengan kami, karena ia kehilangan anak yang dikandungnya&lt;br /&gt;dan suara kecil&lt;br /&gt;"ya Allah lagi - lagi kau beri kenikmatan hidup pada umatmu,&lt;br /&gt;apa yang kami anggap baik belum tentu menjadi baik dimatamu,&lt;br /&gt;dan Kaulah Yang Maha Sempurna, Alhamdulillah"&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aku : do, sesuai rencana kita untuk namanya&lt;br /&gt;dodo : oh ya mas,&lt;br /&gt;mak dan inga (kakak iparku) menitip nama kepadaku&lt;br /&gt;untuk memberikan nama kepada anak kita&lt;br /&gt;aku : apa ya do ?&lt;br /&gt;dodo : inga menitip untuk memberikan nama: "araya" dan mak "syahana"&lt;br /&gt;araya sebagai harapan kepada dirinya kaya akan memiliki hati yang lembut,&lt;br /&gt;sedangkan syahana, harapan orang tua untuk kerukunan rumah tangga kita&lt;br /&gt;aku : jadi "araya syahana" ya...?&lt;br /&gt;dodo : ya mas&lt;br /&gt;aku : bagus namanya dengan harapan yang bagus, boleh aku menambah di depannya?&lt;br /&gt;dodo : ya mas&lt;br /&gt;aku : "maghfira", "maghfira araya syahana" aku memohon ampun kepada Mu ya Allah&lt;br /&gt;dodo ; nama yang baik untuk dirinya dan harapan kita semua Amin.....&lt;br /&gt;................. buat aya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-1377288725677361316?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1377288725677361316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1377288725677361316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/07/maghfi-iii.html' title='Maghfi III'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-4499903762091215899</id><published>2009-05-26T01:10:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T01:43:07.646-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Magfi'/><title type='text'>Maghfi II</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Minggu Keempat di Bulan Maret 2008&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Hari Minggu&lt;br /&gt;waktu itu hari dengan cuaca yang bersabat&lt;br /&gt;waktu itu pekerjaan rumah selesai tanpa cacat dan&lt;br /&gt;waktu itu mertuaku ngajak berangkat&lt;br /&gt;iya sih aku pernah janji mengajak kedua mertuaku jalan-jalan&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;baru dua bulan aku pindah ke batam&lt;br /&gt;dan baru pertama kalinya mertuaku berpergian ke batam&lt;br /&gt;sekedar menikmati kota batam&lt;br /&gt;aku dan istriku mengajak kedua mertuaku keliling kota batam&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;aji mumpung...?&lt;br /&gt;ndak juga sih...!&lt;br /&gt;mertuaku memang orang kampung&lt;br /&gt;tapi mereka bukan kemaruk...&lt;br /&gt;baginya, dunia bukan apa-apa&lt;br /&gt;hidup dijalani untuk akhirat yang abadi&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;"wik panggilkan taxi ya"&lt;br /&gt;perintah mak&lt;br /&gt;taxi "gelap" jadi langganan kami&lt;br /&gt;sudah menunggu didepan rumah&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;melaju normal,&lt;br /&gt;tanpa hambatan,&lt;br /&gt;tanpa lampu merah yang mencegat,&lt;br /&gt;dan tanpa ada pihak-pihak lain yang mengganggu&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;"bang ndak usah ditunggu,&lt;br /&gt;tiga puluh cukup bang?"&lt;br /&gt;"Ok makasih ya bang"&lt;br /&gt;"drop in" persis, kami diturunkan di pelataran mall bukit nagoya.&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;apasih yang dilihat di mall&lt;br /&gt;palingan fashion melulu&lt;br /&gt;sebenarnya, aku sedikit bosan melihat ini semua'&lt;br /&gt;.;h$^~&amp;amp;@^Rp~`.,]*&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;"hhhaaaaaahhh..."&lt;br /&gt;akhirnya kami keluar juga&lt;br /&gt;setelah sejam lebih mutarin isi mall&lt;br /&gt;dapat juga yang dicari dan pesanan titipan abang ipar&lt;br /&gt;Persinggahan selanjutnya cari tempat nyatai&lt;br /&gt;ku putuskan duduk di pigir jalan&lt;br /&gt;dimana berjejer daganngan sate padang dan&lt;br /&gt;ikan bakar ciri khas jajanan kota batam&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;perut sudah terisi&lt;br /&gt;waktunya pulang&lt;br /&gt;berhubung sudah pukul 17.15 wib&lt;br /&gt;"ayuk kita pulang bak"&lt;br /&gt;ajak ku kepada mertua laki-lakiku&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;"Pak..pak satenya belum dibayar"&lt;br /&gt;kami dikejar sipedagang sabil teriak&lt;br /&gt;,,;@%*-+=$$$,`!! menagih Rp.&lt;br /&gt;"loh bukannya sudah dibayar"&lt;br /&gt;ternayata pedagang disitu pada ndak kompak&lt;br /&gt;mungkin saingan kale ya, jenis dagangan pada seragam&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;"Alhamdulillah"&lt;br /&gt;ucap syukur mak, setelah sampai di rumah&lt;br /&gt;sambil menuggu magrib mak dan istriku beresin belanja&lt;br /&gt;dan aku menjawab seluruh pertanyaan bak seputar batam&lt;br /&gt;............... (buat aya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-4499903762091215899?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4499903762091215899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4499903762091215899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/05/maghfi-ii.html' title='Maghfi II'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-7771700245220299668</id><published>2009-02-13T01:28:00.000-08:00</published><updated>2009-07-31T01:42:10.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serial Magfi'/><title type='text'>Maghfi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Minggu ketiga di bulan Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;--&lt;br /&gt;kampung hijau tempatan ditinggalkan&lt;br /&gt;entah pukul berapa aku tidak ingat,&lt;br /&gt;saat itu aku harus menjemput si datuk dan nenek&lt;br /&gt;Alhamdullillah,&lt;br /&gt;hang nadim memuluskan pendaratan pesawatnya&lt;br /&gt;yang sempat mengangkasa 1,5 jam lamanya&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;ulah si ragil dari empat saudara&lt;br /&gt;yang menjadi medan magnet bagi mertuaku untuk bela-belain datang&lt;br /&gt;ya sih... ada tempat spesial bagi si ragil dihati kedua orang tua itu&lt;br /&gt;karena tinggal hitungan hari aku bakal menjadi ayah dan&lt;br /&gt;si ragil akan memiliki surga ditelapak kakinya sebagai ibu&lt;br /&gt;ya.ya.. cucu keempat dari anak kesayang&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;"Bongkar wi,&lt;br /&gt;bawa kemari pisau, ada bawaan"&lt;br /&gt;membawa oleh-oleh kesenangan si ragil&lt;br /&gt;membawa jampian yang diyakini bisa mengusir makhluk usil nan jahat&lt;br /&gt;membawa kain bersalin yang bakal dikenakan si ragil saat melahirkan nanti dan&lt;br /&gt;membawa cinta yang tulus dari orang tua yang menginginkan anaknya selamat&lt;br /&gt;amin...&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;"entar malam temani bak ya wi", peritah mertua perempuan&lt;br /&gt;kelengkapan kasur, batal-guling, memang belum ku kesediakan untuk mereka&lt;br /&gt;he.he... mungkin aku menantu yang kurang peduli terhadap mertua&lt;br /&gt;pikirku.... *&amp;amp;^$!-)/`+~..!#$&lt;br /&gt;ngontrak di blok s no 47 tiban btn,&lt;br /&gt;setidaknya membuat mereka nyaman, dibanding kontrakkanku sekarang&lt;br /&gt;hanya satu kamar tidur&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;keras dan ndak enak, sakit kepala.&lt;br /&gt;ndak ada batal lain mak selain itu&lt;br /&gt;sebenarnya bukan itu alasanya.&lt;br /&gt;karena duit di kantong sanggupnya beli yang segitu&lt;br /&gt;apa boleh buat.&lt;br /&gt;................ (buat aya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-7771700245220299668?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/7771700245220299668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/7771700245220299668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/02/biduan-maghfi.html' title='Maghfi'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-6783953406796543135</id><published>2009-01-30T17:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T00:09:15.337-08:00</updated><title type='text'>Penyakit Jiwa</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297268501578448402" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 100px; CURSOR: hand; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SYOtotRy_hI/AAAAAAAAAHc/1kfDJFD91-M/s400/images.jpe" border="0" /&gt;Alamak... dasar manusia terlalu nyentrik dengan busana yang bercorak polemik yang dikenakan setiap saat. Bangga dengan adegan yang sengaja dirancang, demi atau tanpa demi apapun. Menciptakan selisih yang jauh dari suasana yang kondusif dan meluluh-lantakkan arti keindahan dalam kebersamaan. Ia berkoar kesana kemari mendengungkan kenapa di perkumpulan ini ada bermunculan gap-gapan baru? &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa adu domba dikemas sengaja, dan terkadang tanpa sengaja ia lakukan demi keuntungan pribadi atau yang bisa diajak bersubahat denganya. Parahnya lagi, keadaan itu dilakukan dengan maksud tanpa kejelasan yang mendasar. Mungkin demi memuaskan bujukan penyakit jiwa yang kian membusuk didalam jiwanya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lalu, pantaskah lingkungan menjadi kambing hitam atas kegagalan seseorang menjadi manusia yang bijaksana dan arif. Terpilih menjadi pemimpin menjadi objek baginya untuk berbuat sekehendak hatinya. Lantas ia sisihkan mereka yang tidak sepaham, dengan menyusun rencana tipu muslihat, salah satunya jalan menggalang kekuatan untuk menjadi gap baru yang menjadi jembatan tercapainya keserakahan jiwanya, dan ia kumpulkan salinan informasi busuk dibuku agenda kerjanya, kemudian dirangkai menjadi arti untuk menjatuhkan lawan-lawannya dilembaga sosial bidang "kemaslahatan rakyat". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang digiringanya meningkatkan terus velositasnya: mengahajar struktur, sistim, bahkan keharmonisan yang sebelumnya telah terbentuk dengan membawa paham demi sebuah popoluritas dan pandangan atasan terhadapnya. Satu-persatu dari kelompok tersebut mengetahui dan memahami gelagat yang dilakukannya, ada yang mengambil inisiatif mencoba melawan, ada yang memutuskan untuk tetap bungkam dan ada yang lebih memilih menyokong dengan menjadi mata-mata. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan dicoba. Namun, di pihak pertama menyadari, lawan merupakan musuh tangguh yang sulit untuk dirobohkan, dan ada sebagian dari mereka yang menaruh pengharapan pada kebijakan dan keputusan yang ekstrim dari atasan yang tidak terlihat ditempat. Maka jadi problematis pula kesatu-paduan kesadaran dari pihak pertama, dan goyah pula posisi kita sebagai subyek yang "mengetahui". Kalimat apatis terlontar, "apa artinya mengetahui" Ada yang menjawab lebih baik menjaga "kesehatan jiwa" ketimbang musti tertular penyakit jiwa yang terus menggarayangi setiap dimulainya cahaya matahari dari timur yang mengedor kelopak mata hingga terbebelak sampai sang surya itu menjalanikodratnya untuk condong ke arah barat. Begitu seterusnya dan entah endingnya kapan. semrawut yang membosankan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bicara "Kesehatan jiwa," Mustafa Fahmi mencerminkan ilmu mengadaptasi jiwa atau target "persentuhan" dan "penyatuan pribadi". "Penyatuan pribadi" bersifat penerimaan orang lain terhadap dirinya. Sebaliknya, "Persentuhan" bersifat penerimaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Misalnya karya buah pikir yang dirancang demi kebaikan bersama dengan faedah yang bisa nikmati. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Fahmi berbicara tentang kedua hal yang dimaksud adalah pengertian positif dalam memandang pribadi yang diadaptasi ini, bisa dikatakan bahwa pribadi seperti itu dari contoh tingkah laku matang yang sanggup menghadapi segala problem atau pergumulan bukan lari menghidarinya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, bagaimana dengan manusia yang terkadung terjangkit bakteri busuk yang menggangu kesehatan jiwanya? Lantas, adakah ramuan manjur yang bisa menyembuhkan penyakit seperti ini? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Berabad-abad yang dulu, manusia tempatan dan terpilih membawa Manhaj lalu mengajarkan ilmu yang paling ampuh dan sempurna sepanjang hayat agar tetap sehat dan bahkan bisa menyembuhkan penyakit yang sering mendiami jiwa umat manusia. Ku sarankan cari ilmu ini bergurulah pada yang lebih dewasa ketimbang memilih ujian untuk lulus sertifikasi pengadaan barang dan jasa yang lantas dipergunakan untuk melakukan penyimpangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-6783953406796543135?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/6783953406796543135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/6783953406796543135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/01/penyakit-jiwa.html' title='Penyakit Jiwa'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SYOtotRy_hI/AAAAAAAAAHc/1kfDJFD91-M/s72-c/images.jpe' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-4483441385981875263</id><published>2009-01-06T22:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T22:44:25.812-08:00</updated><title type='text'>Jatidiri Melayu</title><content type='html'>Nama "Melayu" Berasal Dari Kerajaan Melayu Purba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian orang tentang nama "Melayu" menimbulkan beberapa tanggapan, dan sering dicampurbaurkan. Hal ini sering sekali dibuai oleh ocehan yang tidak lebih dari sebuah omong kosong dibalik kisah sejarah yang sebenarnya. Kekhwatiran terhadap penyimpangan tersebut beberapa pemuka adat Melayu, antropologi, sejarahwan bergerak untuk mempublikasi cerita sejarah Melayu tentang nenek moyang yang mendiami wilayah Thailand Selatan, Singapura, Brunai, Malaysia, Kalimantan Barat, Aceh Timur (Temiang), Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Pesisir Palembang dan pesisir timur Sumatera Utara.&lt;br /&gt;Salah satunya Sejarahwan dan juga Dosen Luar Biasa Sejarah Melayu dan  Sejarah Sumatera Timur di Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara, Tuanku Luckman Sinar Basarshah, II, SH, ALHAJ tentang "Jatidiri melayu" menyebutkan salah satu nama "Melayu" bersasal dari kerajaan Melayu Purba.&lt;br /&gt;Sesuai yang tertulis pada Kronik Dinasti Tang di Cina. Sudah ada tertulis nama kerajaan di Sumatera yang ditulis dalam aksara dan aksen Cina yaitu kerajaan "MO-LO-YUE" pada tahun 644 dan 645 Masehi.&lt;br /&gt;Catatan tersebut berawal perjalanan seorang Pedeta Budha Cina bernama I-TSING. Dalam perjalanannya ke India ia memalui dan sempat bermukim di Sriwijaya ("She-li-fo-she") untuk belajar bahasa Sansekarta selama 6 bulan sebelum melanjutkan perjalanannya ke Kedah dan India.&lt;br /&gt;Kurang lebih 20 tahun yakni tahun 685 Masehi, I-Tsing kembali pulang ke Cina. Penempuhan perjalanan pulang Ia kembali menyinggahi tanah "MO-LO-YUE" yang waktu itu Kerajaan Melayu telah ditaklukkan atau menjadi satu dengan Kerajaan Sriwijaya (antara tahun 445 - 685 Masehi). "Perjalanan pelayaran dari Sriwijaya ke tanah Melayu hanya memakan waktu 15 hari dengan kapal layar sederhana waktu itu," ujar I-TSING.&lt;br /&gt;Beberapa sarjana menyatakan berlainan adapun sebagian besar bersependapat Kerajaan Melayu terletak di Hulu Sungai Jambi (Sungai Batanghari). Penulusuran dari ekskavasi kepurbakalaan banyak ditemukan reruntuhan candi, patung - patung dan barang - barang kepurbakalaan lainnya yang cukup tua usianya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-4483441385981875263?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4483441385981875263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4483441385981875263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2009/01/jatidiri-melayu.html' title='Jatidiri Melayu'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-2132703967165161387</id><published>2008-12-10T20:47:00.001-08:00</published><updated>2009-07-17T23:57:23.342-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='History KB'/><title type='text'>Amanat Komando Kemanusian (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SUCb5FwbFkI/AAAAAAAAAHU/UT5ww_P2Y_4/s1600-h/images%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278390168378349122" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 112px; height: 96px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SUCb5FwbFkI/AAAAAAAAAHU/UT5ww_P2Y_4/s400/images%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; DR dr Soewardjono Surjaningrat SpOG&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ditangan pria kelahiran Purwodadi, Grobogan, 3 Mei 1923, Lembaga Keluarga Berencana ABRI (sekarang TMKK) bisa dibentuk dan sampai detik ini faeadah kelembagaan tersebut dapat dirasakan masyarakat kecil pesisir secara kontinyu selama bertahun-tahun. Berpengalaman soal Keluarga Berencana sewaktu menjalani kedinasan di Rumahsakit Tentara Dustira Cimahi serta keprihatinannya terhadap kematian ibu melahirkan yang tinggi membuat pria lulusan Kedokteran Universitas Indonesia ini merasa terpanggil untuk melakukan misi tugas kemanusiaan dialah DR dr Soewardjono Surjaningrat SpOG yang waktu itu berpangkat kolonel.&lt;br /&gt;LKB-ABRI inilah dalam perkembanganya selanjutnya melahirkan kegiatan TNI Manunggal KB-Kesehatan yang antara lain bertujuan meningkatkan kemantapan ber-KB menjadi peserta aktif, peningkatan jumlah peserta mandiri bagi yang mampu, peningkatan jumlah peserta KB Kontrasepsi mantap (MOP/MOW) serta menurunkan persentase pasangan usia subur yang belum atau terlayani KB padalah sudah tidak ingin anak serta menunda kehamilan anak berikutnya (unmet need). Keadaan ini menggambarkan adanya kebutuhan terhadap pelayanan yang tidak terlayani dengan salahsatu penyebabnya adalah minimnya tenaga provider KB yang ada dilapangan kecamatan.&lt;br /&gt;Terbentuk LKB-ABRI mengalami perkembangan dan berakar. Advokasi pendiriannya bukan hanya di Komando Daerah Militer Siliwangi, melainkan kesejumlah Kodam. Militer dengan sistim komando memudahkan upaya DR dr Soewardjono Surjaningrat SpOG melakukan advokasi kepada seluruh kodam khususnya kepada seluruh kepala kesehatan Kodam harus melaksanakan program Keluarga Berencana dan ini merupakan perintah komandan yang wajib dilaksanakan.&lt;br /&gt;Tercapainya keinginan dengan penerapan sistim komando, LKB-ABRI memang dapat dibentuk namun tujuan atau sasaran yang sebenarnya belum sebenarnya tercapai. Salahsatu kendala yang dialami saat itu belum adanya pengertian yang mendalam tentang arti KB, terutama dikalangan istri tentara; yang justru mempunyai hubungan langsung dengan masyarakat. Padahal ABRI dianggap mempunyai pengaruh terhadap keluarga, lingkungan, dan masyarakat umum. Perbuatan anggota ABRI dinilai positif dan sering dijadikan tauladan dan diikuti warga masyarakat. Pada dua tahun awal pelaksanaan KB di ABRI, menujukkan angka yang tidak mengecewakan, meskipun belum dapat mencapai target untuk disebut sebagai pelopor, karena kegiatan dalam bidang teknis medis kurang didampingi secara intensif oleh kegiatan sosial budaya. Semangat menyelamatkan ibu dan anak dari kematian membuat DR dr Soewardjono Surjaningrat SpOG tidak mengenal putus asa termasuk perolehan dukungan dari DR Satrio, dari Pusat Kesehatan ABRI.&lt;br /&gt;Lebih mengenalkan program KB untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di masyarakat, lobi-lobi advokasi terus digenjar, ahasil sejumlah organisasi massa yakni Pelayanan Kesehatan Umum (PKU) Muhammadyah, Wanita Partai Sarikat Islam Indonesia, Dewan Gereja Indonesia, Muslimat NU, Yayasan Kesejahteraan Katholik, World Assembly of Youth dan sudah tentu Pusat Kesehatan (Puskes) ABRI serta berbagai organisasi massa lainnya.&lt;br /&gt;Melalui Keputusan Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Nomor: KEP/A/580/1969 tertanggal 2 Desember 1969 LKB-ABRI semakin memperkokoh kelembagaanya yang waktu itu surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Jendral TNI Soeharto.&lt;br /&gt;LKB-ABRI menjadi lembaga yang pada pelaksanaan utamanya dari Puskes ABRI yang berkendudukan langsung dibawah Kepala Puskes ABRI. Tugas dan pokoknya mengembangkan dan merumuskan rencana kebijakan keluarga berencana ABRI sesuai dengan pedoman Lembaga Nasional. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-2132703967165161387?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2132703967165161387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2132703967165161387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/12/amanat-komando-kemanusian-bagian-2.html' title='Amanat Komando Kemanusian (Bagian 2)'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SUCb5FwbFkI/AAAAAAAAAHU/UT5ww_P2Y_4/s72-c/images%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-8930825133513847177</id><published>2008-11-13T05:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T05:56:14.465-08:00</updated><title type='text'>Solusi KonflikMembangkitkan Jejak Kemelayuan Nusantara</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SRwx7VifRtI/AAAAAAAAAHM/Oe1o4RsnqtU/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268140559580481234" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 110px; CURSOR: hand; HEIGHT: 73px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SRwx7VifRtI/AAAAAAAAAHM/Oe1o4RsnqtU/s400/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana menurut Anda tentang adat, seni-budaya dan norma suku Melayu? Ada sejumlah kaum itelektual yang tengah menggali pengetahuannya di Pusat Studi Melayu Divisi Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Hasanuddin Makasar mencoba menghidupkan kembali jejak Kemelayuan Nusantara. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka nilai-nilai unversalitas seni-budaya Melayu yang menjadi salah satu perekat suku-suku bangsa di Nusantara, termasuk dikawasan timur Indonesia, layak dihidupkan kembali untuk meredam maraknya konflik sosial belakangan ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Egalitarian dan humanisme yang menjadi ciri Kemelayuan telah menebar benih demokrasi dari Sabang hingga Merauke. sejak zaman Kerajaan Malaka pada tahun 1400-an. Benih-benih demokrasi tersebut terus hidup dan berkembang beberapa ratus tahun kemdian.&lt;br /&gt;Mengingat kehidupan Kemelayuan yang dinilai demokrasi dan semangat menghidupkan jejak Kemelayuan Nusantara diselenggaran "Seminar Internasional dan Dialog Budaya Kemelayuan di Indonesia bagian Timur" yang dilaksanakan di Istana Tamalatea Balla Lompoa Goa pada Oktober 2008 lalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Seminar yang diwarnai melakukan menapak tilas ke makam Sultan Hasanuddin, Syekh Yusuf, Benteng Rotterdam dan situs-situs kultural yang telah lama terjalin. Diharapkan pijakan pada kultur lokal tak akan terkoyak ditengah arus tantangan globalisasi yang menyeret pada tingkah laku anarkis yang bermuara pada konflik dan perpecahan Nusantara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Indonesia atau Nusantara (sebutan alternatif selain Hindia Belanda bagi kolonial Belanda sewaktu menjajah) mengklaim sebagai negara yang demokrasi perlu melihat, mengkaji dan menilai akan ragam adat, seni-budaya dari berbagai suku bangsa yang patut dijunjung dan diteladani sebagai norma nilai-nilai positif demi keutuhan bangsa ini. (KOMPAS/NET) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-8930825133513847177?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/8930825133513847177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/8930825133513847177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/11/solusi-konflikmembangkitkan-jejak.html' title='Solusi KonflikMembangkitkan Jejak Kemelayuan Nusantara'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SRwx7VifRtI/AAAAAAAAAHM/Oe1o4RsnqtU/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-754519000336079602</id><published>2008-11-13T05:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T05:51:33.495-08:00</updated><title type='text'>Melayu: Nusantara</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SRwvnE4KrBI/AAAAAAAAAHE/LXobIlwf7G4/s1600-h/nasionalis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268138012487363602" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 140px; CURSOR: hand; HEIGHT: 93px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SRwvnE4KrBI/AAAAAAAAAHE/LXobIlwf7G4/s320/nasionalis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sumpah Pemuda dalam ikrarnya yang sakral dalam mempersatukan bangsa delapan puluh tahun silam mengajak pemuda bangsa ini untuk menjadi pion pemersatu bangsa, dalam Sumpah ketiganya "Berbahasa Satu Bahasa Indonesia". Bahasa Indonesia yang dinobatkan sebagai alat yang kononnya mumpuni untuk mempemersatukan bangsa-bangsa tersebut seharusnya ditanam dalam kedalam kalbu sanubari. Akan tetapi, menulis dan berbicara berbahasa Indonesia bagi pemuda jaman "krisis ekonomi global" sekarang hanya menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa igauan pada saat mata terpejam lelap.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah... diberbagai kota yang menjadi bagian dari bangsa ini tersebar sepanduk, baliho, papan nama perusahaan dan berbagai atribut papan reklame lainnya hampir semua menggunakan bahasa negara lain sebagai bahan pengenal jati diri dagangan mereka. Padahal, mereka sendiri adalah warga negara bangsa ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pemuda saat ini lebih takut dikatakan tidak gaul ketimbang mereka menggunakan bahasa Indonesia yang dipelajari sekolah. Bahasa prokem, bahasa yang disingkat yang gaul dan dianggap lucu menjadi bahasa banggaan mereka. Bisakah kita mengghargai pejuang dan pemikir tempo dulu dalam memperjuangkan bangsa ini untuk merdeka...?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Menilik sejarah perjalanan kesusastraan bahasa di Indonesia perlu diperhatikan bila membicarakan perkembangan sastra dari zaman klasik sastra Melayu Aceh hingga kini. Dari perkembangan bahasa Melayu Pasai inilah bahasa Melayu sekarang memperoleh bentuk sehingga kemudian tampil sebagai bahasa intelektual dan sastra yang bermartabat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dari bahasa ini pulalah bahasa Melayu Riau dan bahasa Indonesia yang kita pakai sampai sekarang dan sudah seharusnya berakar yang bakal menyatukan bangsa-bangsa dinegeri ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia yang diharapkan menjadi kokoh sebagai terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang seutuhnya, kenyataannya bangsa ini semakin berkelompok-kelompok dengan bermunculannya gerakan separatis daerah yang ingin memisahkan diri dari bangsa ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana kalau kita memulai dari awal lagi, sebagai bentuk perlawanan yang mengancam perpecahan bangsa sendiri yakni berpikir untuk mengubah nama bangsa ini lebih awal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran untuk mengubah nama Indonesia pernah diusulkan menjadi Nusantara. Alasannya nama Nusantara lebih sesuai dibandingkan Indonesia. pemikiran ini menganut pada pemikiran jauh sebelumnya pada 1920-an, Dr. Setiabudi yang memiliki nama asli Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1979-1950) yang mempopulerkan nama untuk tanah air ini kita adalah Nusantara. Satu kata yang tak memiliki unsur kata "HIndia" (dari kata bahasa Belanda = Nederlands Indie, Hindia Belanda). Nama yang digunakan pemerintah kolonial Belanda untuk menyebut negara kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tokoh tiga serangkai ini mengambil nama ini dari Pararaton, naskah kono jaman kerajaan Majapahit yang ditemukan lalu diterjemahkan JLA Brandes dan kemudian dipublikasikan dalam penerbitan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran tentang Nusantara yang menarik dan menonjol dari seorang kebangsaan Belanda yang perduli terhadap kemerdekaan bangsa ini berbeda dengan penertian Nusantara pada zaman Majapahit. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Majapahit, kata Nusantara dipakai untuk menyebut pulau-pulau diluar Jawa (dalam bahasa Sansekerta "antara" berarti pulau atau seberang) untuk dioposisikan dengan Jawadwipa (Pulau Jawa). Sosok Patih pemberani seperti Gajah Mada-lah mengucapkan Sumpah "Palapa Lamun huwus kalah nusantara, Isun Amukti Palapa" (jika pulau-pulau diseberang telah kalah, saya baru menikmati istirahat). Makna kalimat yang mengandung kolonialis memancing Setiabudi mengotak-ngatik kata nusantara zaman Majapahit menjelma menjadi makna mengandung nilai-nilai murni dan norma yang luhur menuntut kebersamaan dalam kebangsaan nasionalis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Diangkat dari makna sastra Melayu asli "antara" Setiabudi mempopulerkan makna Nusantara menjadi makna yang baru yaitu "nusa diantara dua benua dan dua samudra". Dengan demikian, Jawa memasuki defenisi nusantara yang modern. Istilah baru Dr Setiabudi ini segera menjadi populer yang digunakan sebagai alternatif nama Hindia Belanda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran ini pernah diangkat oleh tokoh Tiga Serangkai lainnya. Ki Hajar Dewantara. Sebagai tokoh pendiri Taman Siswa ia mempopuler istilah Nusantara dan ada pula yang menyatakan bahwa istilah Nusantara diperkenalkan oleh KI Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara sendiri menjadi anggota Partai Douwes Dekker, Indische Partij. Bersama Dr Cipto Mangunkusumo mereka dikenal sebagai "Tiga Serangkai". Kemungkinan besar Nusantara adalah ide Dewanatara dan Douwes Dekker yang sejalan. (KOMPAS/NET)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-754519000336079602?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/754519000336079602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/754519000336079602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/11/melayu-nusantara-sumpah-pemuda-dalam.html' title='Melayu: Nusantara'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SRwvnE4KrBI/AAAAAAAAAHE/LXobIlwf7G4/s72-c/nasionalis.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-6298739368001116769</id><published>2008-10-06T21:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T22:05:54.396-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='History KB'/><title type='text'>Jejak Langkah Perjuangan Program Keluarga Berencana (bagian satu)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SOrszl6kRqI/AAAAAAAAAG8/DA2zUGdlSss/s1600-h/alisadikin.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SOrszl6kRqI/AAAAAAAAAG8/DA2zUGdlSss/s320/alisadikin.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254272286376347298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendekar Keluarga Berencana: Ali Sadikin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, ibu kota negara yang pernah memiliki dan merasakan dipimpin oleh seorang pejuang kemanusian yang kontroversial. Sosok yang penuh dedikasi mempelopori beberapa kebijakan nasional dialah; Letnan Jendral TNI KKO AL (Purn) H Ali Sadikin (Bang Ali) memimpin Jakarta 1966-1977 peduli terhadap perkembangan jumlah penduduk&lt;br /&gt;di ibu kota Jakarta. Sejak awal ia sudah memperkirakn bakal terjadi lonjakan jumlah penduduk melalui kelahiran serta pendatang yang waktu itu menganggap Jakarta akan membawa kenikmatan hidup sebagai surga dunia meskipun musti hidup berimpitan dikampung kumuh dan berbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai persoalan kehidupan Jakarta nyangkut dibenak tokoh Petisi 50 ini. Himpunan&lt;br /&gt;data yang dijabarkan menurut Badan PUsat Statistik 1971, periode 1961-1971 tumbuh&lt;br /&gt;rata-rata 6,5 persen per tahun, terutamaakibat urbanisasi. Sementara pada 1961&lt;br /&gt;jumlah penduduk baru 2,9 juta, sepuluh tahun kemudian meledak menjadi 4,6 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun pertama Bang Ali menjabat sebagai Gubernur jumlah penduduk Jakarta waktu&lt;br /&gt;itu telah mencapai 3,6 juta jiwa. "Pertumbuhannya sangat tinggi sehingga&lt;br /&gt;dikhawatirkan terjadinya ledakan penduduk di Jakrta," kata mantan Kepala Badan&lt;br /&gt;Koordinasi Keluarga Berencana Nasional 1983-1993 Haryono Suyono. Laju pertumbuhan&lt;br /&gt;ditingkat nasional cuma dua persen waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kehidupan melarat di Jakarta diimbas dengan jumlah penduduk yang semakin&lt;br /&gt;sulit dikendalikan, tepat setahun Presiden Soekarno melantik Ali Sadikin sebagai&lt;br /&gt;Gubernur DKI Jakarta, ia mulai menggiatkan program Keluarga Berencana di kota&lt;br /&gt;berlambang Tugu Monas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1967 segala kegiatan, teknis serta anggaran daerah Jakarta mulai plot&lt;br /&gt;demi tercapainya program Keluraga Berencana. Hal inilah yang mencetuskan BKKBN&lt;br /&gt;untuk mentasbihkan Bang Ali sebagai Pendekar Keluarga Berencana gubernur paling&lt;br /&gt;populer dalam dalam era perkembangan sejarah Kota Jakarta. Karena waktu itu ia&lt;br /&gt;tidak segan-segan berkampanye untuk menggunakan alat kontrasepsi sejenis kondon dan&lt;br /&gt;intrauterine device (spiral). ia, antara lain, memperagakan cara penggunaan kondom&lt;br /&gt;didepan warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak sedikit perjuangan Bang Ali yang menuai hambatan untuk melaksanakan&lt;br /&gt;program Keluarga Berencana di wilayah pimpinanya. Salah satunya dari orang nomor&lt;br /&gt;satu di Indonesia waktu itu Presiden Soekarno yang menginginkan jumlah penduduk&lt;br /&gt;yang besar. Kendati memperoleh halangan dan tentangan dari Soekarno, Bang Ali tetap&lt;br /&gt;memfokuskan program ini sebagai program pembangunan sebagai solusi salah satu&lt;br /&gt;dilema kemanusian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta menjadi proyek percontohan menjalan misi kemanusian dengan menekan laju&lt;br /&gt;pertumbuhan penduduk, yang ditafsirkan mampu berimplikasi pada permasalahan sosial&lt;br /&gt;lainnya. Bang Ali tetap melaju dengan program KB dan pada masa peralihan&lt;br /&gt;pemerintahan ke tangan Soeharto. Soeharto, tetap membiarkan sepak terjang Bang Ali&lt;br /&gt;untuk menjalankan proyek kemanusiaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek percontohan di Jakarta menjadi embrio lahirnya Badan koordinasi Keluarga&lt;br /&gt;Berencana Nasional pada 1970. Keluarga Berencana dingakat menjadi program nasional.&lt;br /&gt;Dari sinilah Haryono Soyono menegaskan bahwa Ali Sadikin sebagai pelopor program&lt;br /&gt;KB. "Dia pejabat resmi pertama yang melaksanakan program keluarga berencana di&lt;br /&gt;daerahnya, tiga tahun sebelum proyek itu menjadi program kegiatan nasional," kata Haryono. (berbagai sumber/net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-6298739368001116769?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/feeds/6298739368001116769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2153450373047259731&amp;postID=6298739368001116769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/6298739368001116769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/6298739368001116769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/10/jejak-langkah-perjuangan-program.html' title='Jejak Langkah Perjuangan Program Keluarga Berencana (bagian satu)'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SOrszl6kRqI/AAAAAAAAAG8/DA2zUGdlSss/s72-c/alisadikin.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-2762257273382764302</id><published>2008-09-15T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T02:10:05.889-07:00</updated><title type='text'>Mendunianya Bahasa Melayu</title><content type='html'>Kita mengenal Melayu sebagai salah satu suku bangsa yang ada di negeri ini. Bahkan ada yang mengemukakan, Melayu merupakan ras yang ada sejak dulu kala sebelum suku lain bermunculan di negeri ini. Kajian sejarah Melayu bersependapat istilah Melayu mula-mulanya hanya sebuah sungai yang merupakan anak Sungai Jambi, ibu kota Sriwijaya setelah Palembang.&lt;br /&gt;Sebutan Melayu tersebar, seperti tempat-tempat kesultanan Bintan, Singapura, Melaka, Johor, Riau, Siak dan lain-lain. Diseluruh Asia Tenggara ada tempat-tempat yang disebut Melayu besarnya persebaran tersebut banyak yang mengatakan dengan sebutan alam Melayu. Jadi Basaha, adat, kesenian, sudah menjadi fenomena yang berotonomi sendiri-sendiri dan itulah kekayaan Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam Budaya Melayu, baik itu bahasa, adat istiadat, kesenian, dan sebagainya tidak saja menjadi bagian orang Melayu itu sendiri, tapi juga sudah banyak dipelajari dan diminati oleh dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi bahasa misalnya. Bahasa Melayu digubah menjadi bahasa persatuan Indonesia, yang dipelajari ditingkat universitas di Australia, bahkan para siswa tingkat atas (SMA) dinegeri "boomerang" tersebut mempelajari bahasa nasional bahasa Indonesia. Jadi bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu tersebut tak ubahnya dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia saat ini dipelajari diberbagai tempat kursus diberbagai negara lain. Bahkan dari 8 - 10 bahasa internasional yang dipakai dalam forum united nations (PBB), bahasa Indonesia (melayu) merupakan salah satu bahasa penyampaian dalam forum tingkat tinggi tersebut. Jadi kebesaran bangsa Melayu telah terbukti dengan adat, bahasa, dan kesenian Melayu sering dipergunakan dan dipertontonkan. (BERBAGAI SUMBER/NET)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-2762257273382764302?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2762257273382764302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2762257273382764302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/09/dunia-bahasa-melayu.html' title='Mendunianya Bahasa Melayu'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-4530361125741291682</id><published>2008-09-11T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T20:16:20.344-07:00</updated><title type='text'>Sastra Melayu dan Islam</title><content type='html'>Lahirnya tradisi intelektual Islam Melayu erat kaitannya dengan perkembangan sastra di Aceh, hal ini telah banyak diketahui para sarjana dan tidak pula terjadi secara kebetulan. Banyak faktor historis yang mendukungnnya. Sastra Melayu bangkit kembali pada abad ke-13 Masehi setelah tertidurnya akibat kemunduran kekuasaan Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat kebudayaan Melayu Buddhis yang tenggelam akibat penyerangan dan penaklukan kerajaan Hindu Singasari dan Majapahit pada pertengahan abad ke-13 dan 14 Masehi.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samudra Pasai, kerajaan Islam pertama di Nusantara yang muncul pada akhir abad ke-13 Masehi berani tampil kemuka menggantikan peranan Kerajaan Sriwijaya atau Suvarnabhumi sebagai pusat kebudayaan Melayu.&lt;br /&gt;Pesatnya perkembangan agama Islam dan lembaga pendidikannya disini memberikan dampak yang besar bagi perkembangan kesusastraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulumnya berabad-abad bahasa Melayu telah berperan sebagai lingua franca di kepulauan nusantara, khususnya di dunia perdagangan. Kesusastraannya tentu saja telah juga berkembang, walaupun naskah-naskah dari abad yang silam itu tidak didapati lagi sekarang ini. Oleh karena itu bukanlah suatu kebetulan apabila bahasa ini menjadi bahasa pengantar dilembaga pendidikan Islam, dan sekaligus dijadikan bahasa penyebaran agama yang baru berkembang ini. Karena itu bukan suatu kebetulan pula apabila kegiatan penulisan sastra dan kitab keagamaan menggunakan bahasa Melayu sebagai media utamanya. Kegiatan inilah yang mengantarkan tumbuhnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Melayu baru abad-abad pertama penyebaran agama Islam di kepulauan Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan sastra di Pasai dimulai dengan penerjemahan dan penyaduran teks-teks sastra Arab dan Persia kedalam bahasa Melayu. Tulisan yang disadur kedalam bahasa Melayu meliputi hikayat kepahlawanan (epos), roman, cerita berbingkai dan kisah-kisah keagamaan seperti Hikayat para Nabi (Qisas al Abiya) dan lain sebagainya. Dari berbagai tulisan atau teks yang disadur tersebut mengundang ketertarikan tersendiri bagi sipembaca pada zaman itu. Cerita rakyat dan kisah-kisah lokal yang digubah kembali berdasarkan wawasan estetika baru dengan memberikan nuansa keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, abad ke-14 Masehi mulai ditulis pula hikayat yang lebih orisinil. Salah satunya ialah hikayat Raja-raja Pasai yang ditulis sekitar tahu 1360 M di Pasai, tidak lama setelah negeri itu bersama-sama Sriwijaya atau Suvarnabhumi ditaklutkan oleh Raja Majapahit dari Jawa yang pada waktu itu tengah berjaya atas kekuasaannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-4530361125741291682?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4530361125741291682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4530361125741291682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/09/sastra-melayu-dan-islam.html' title='Sastra Melayu dan Islam'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-3242490101417990957</id><published>2008-09-10T19:35:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T22:02:53.895-07:00</updated><title type='text'>Sastra Melayu Pasai Sastra Indonesia</title><content type='html'>Perlu diperhatikan bila membicarakan perkembangan sastra dari zaman klasik sastra Melayu Aceh hingga kini. Didaerah Serambi Mekkah ini, bahasa yang digunakan dalam penulisan lebih dari satu, yang paling menonjol sebagai media penulisan kreatif ialah bahasa Melayu Pasai, kemudian basaha Gayo, Alas dan Melayu Singkil. Dari perkembangan bahasa, bahasa Melayu Pasai inilah bahasa Melayu sekarang memperoleh bentuk sehingga kemudian tampil sebagai bahasa intelektual dan sastra yang bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bahasa ini pulalah bahasa Melayu Riau dan bahasa Indonesia yang kita pakai sampai sekarang dan berakar yang menyatukan bangsa-bangsa dinegeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu kegiatan penulisan sastra Aceh terkait erat dengan perkembangan agama Islam. Sejak abad ke-13 Masehi, dengan munculnya Kerajaan Samudra Pasai (1273 - 1516 M), kegiatan penulisan sastra mulai berkembang di Aceh sebagai dampak dari kedatangandan dan pesatnya perkembangan agama Islam berikut tradisi keterpelajaran dan intelektualnya. Selain menjadi pusat penyebaran agama Islam, negeri ini juga berperan sebagai pusat kebudayaan Melayu menggatikan peranan Kerajaan Sriwijaya yang pada waktu itu mengalami kemunduran sebagai imperium dan emporium Hindu Buddhis. Bukan suatu kebentula apabila kesusastra Melayu di Aceh beriring sejalan dengan perkembangan agama Islam. Ini berlanjut pada zaman-zaman berikutnya, terutama pada masa kejayaan kesultanan Aceh Darussalam (1516 - 1700 M) dan zaman-zaman berikutnya ketika pusat-pusat kebudayaan Melayu berpindah ketempat lain seperti, Palembang, Johor Riau, Banjarmasin, Deli Langkat, Pontianak Riau Penyengat, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk latar belakang diatas yang relevan tentang pembicaraan sekarang ini tentulah kegiatan penulisan dalam bahasa Melayu. Bukan saja karena bahasa ini yang mula-mula digunakan oleh kaum cendikiawan Aceh dalam melahirkan karangan-karangan mereka dibidang keagamaan, keilmuan, dan sastra mencapai puncak keemasannya dalam abad ke-16 dan 17 M. Tetapi juga karena bahasa ini pulalah yang digunakan penulis-penulis modern di Indonesia sejak abad ke-20 dalam penucapan sastra mereka. (berbagai sumber/net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-3242490101417990957?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3242490101417990957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/3242490101417990957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/09/sastra-melayu-pasai-sastra-indonesia.html' title='Sastra Melayu Pasai Sastra Indonesia'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-2155580021859436033</id><published>2008-09-09T00:01:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T07:25:30.249-07:00</updated><title type='text'>Silat Melayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SMZ7ASkuTvI/AAAAAAAAAEs/SZGktTzZEAA/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SMZ7ASkuTvI/AAAAAAAAAEs/SZGktTzZEAA/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244014061035605746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bela diri dikenal sebagai seni mempertahankan diri dari serangan lawan. dahulu seseorang mempelajari bela diri dipergunakan hanya untuk diri sendiri untuk mempertahan diri dari serangan lawan. Berbeda dengan sekarang, seni bela diri menjadi cabang andalan disebuah pertandingan bertaraf internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni silat diakui umum sebagai hak asli kepunyaan bangsa Melayu. Pengakuan hak tersebut dibuktikan dengan penemuan yang tertoreh pada candi Borobudur dan Prambanan. Wujud sistim seni silat dikepulauan Melayu bermula pada abad ke-8 Masehi, bermula dari Kepulauan Riau, seni silat Melayu ini mengalir hingga ke Minangkabau Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan silat di Sumatera lebih diperhalus dengan sebutan pencak silat. Seni bela diri ini pernah dipergunakan oleh kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 hingga abad ke-14) guna memperluas kekuasaan. Tidak hanya Sriwijaya yang mengandalkan silat sebagai salah sistim memperluas kekuasaannya. Majapahit (abad ke-13 hingga abad ke-16), ilmu silat diklaim telah memcapai puncak kesempurnaan apabila penggunaan senjata disertakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari daratan Semenanjung Tanah Melayu melalui Melaka silat mulai diperkenalkan di Minangkabau. Pada zaman kesultanan Melayu Melaka, hanya golongan yang rapat dengan istana sahaja yang diberikan peluang untuk mempelajari silat. Pada akhirnya seni silat ini diketahui oleh rakyat biasa dipelajari dan dipertahankan hingga sampai detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksmana Hang TUah (Bapa Persilayan Melayu) mempelajari seni silat Melayu dari pada Sang Adi Putera di Gunung Ledang dan Sang Persanta Nala di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman Kesultanan Melayu Melaka, silat Seni Gayong dikatakan telah berwujud yaitu sewaktu pemerintahan Sultan Mansir Syah. Selpas kejatuhan Melaka ketangan Feringgi (Portugis) pada tahun 1511, hulubalang-hulubalang Melaka yang diketuai oleh Tun Biajid (anak Laksmana Hang Tuah) telah berundur kedalam hutan dan seterusnya melakukan serangan gerilya terhadap kolonial Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahliannya memiliki ilmu Silat Gayong ini para hulubalang yang dipimpinpin Tun Biajid pada masa itu menjadi kepercayaan diri meskipun mereka harus mengungsi kehutan namun gerilya perlawanan terhadap Portugis mereka berpegang kepada tekad yang berkobar yaitu berimau-rimau, berimba-berimba dan bergayong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan yang sengit antara serdadu kolonial Portugis dan para hulubalang Tun Biajid menyebabkan Tun Biajid memerintahkan orang-orangnya ke negeri Pahang, untuk mencari perlidungan. Disniliah Silat terus diwariskan kegenarasi-generasi sehinggalah sampailah ke tangan uan Syed Zainal Al Attas, yaitu seorang hulubalang Pahang yang hidup sezaman dengan Dato' Bahaman Mat Kilau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu kisah yang menceritakan bahwa pada zaman pemerintahan Portugis di Melaka, telah diadakan majelis keramaian tiap tahun dihadiri segenap lapisan masyarakat. Pada waktu Pemerintah Portugis mengadakan suatu pertandingan persembahan seni budaya masyarakat setempat dan memberikan ganjaran yang besar pada pemenangnnya. Tontonan silat yang dipersembahkan merupakan silat Pulut yang diiringi bunyi-bunyian dari gendang yang ditaluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan mereka para pesilat yang dianggap melawan kolonial Portugis tidak akan disertakan justru mereka dianggap berbahaya kemudian diasing menggunakan perahu dibawa ketengah laut untuk kemudian dibunuh. Kebimbangan Portugis menjadi alasan bagi bangsa penjajah tersebut melakukan pembantaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat hulubalang yang menetang hendak dibunuh ditengah laut, atas kuasa dan kehendak Tuhan YME dan keahliannya memperagakan silat Gayong, rantai yang mengikat hulubalang-hulubalang Melaka itu berhasil diputuskan akhirnya terjadi perlawanan ditas perahu antara para hulubalang Melaka yang hendak dibunuh dengan serdadu Portugis. Kemenangan ada pihak para hulungbalang yang mumpuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kekhawatiran terhadap keselamatan bila kembali ke Melaka, sejumlah hulubalang tersebut memutuskan untuk melanjutkan perlawanan dengan cara berlayar keberbagai pelosok negeri Melayu untuk mencari perlindungan sambil menyusun kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah para hulubalang yang berlayar tadi pada akhirnya memutuskan untuk menetap di Makasar. Disinilah mereka menyebarkan ajaran silat seni Gayong dikalangan bangsa Bugis. Dari orang-orang Bugis inilah mereka mempertahankan seni silat Gayong di tanah Sulawesi. (berbagai sumber/net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-2155580021859436033?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2155580021859436033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/2155580021859436033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/09/silat-melayu.html' title='Silat Melayu'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SMZ7ASkuTvI/AAAAAAAAAEs/SZGktTzZEAA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-793347486335262693</id><published>2008-09-09T00:00:00.001-07:00</published><updated>2008-09-09T06:31:11.810-07:00</updated><title type='text'>Jemaja, Tempat Berkumpulnya Para Raja-Raja</title><content type='html'>Pulau Jemaja merupakan gugusan pulau yang terbentang luas diantara ribuan pulau yang menjadi teritorial Provinsi Kepulauan Riau. Semenjak diputuskannya ketetapan pemerintah mengenai pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas, Jemaja resmi dipersunting menjadi milik Kabupaten Kepulauan Anambas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pemerintah Provinsi Kepri bersama peran para tokoh pembentukan Kabupaten kepulauan Anambas berencana menjadi kepulauan Jemaja sebagai Ibukota Kabupaten yang ke-7 di Provinsi Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau yang terletak disebelah utara gugusan Kepulauan Riau ini memiliki kisah yang menarik dibalik nama yang membesarkannya, disamping budaya klasik Melayu yang melekat menjadi jati diri masyarakat disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan etimologi, singkatan kata Pulau Jemaja merupakan kepanjangan dari Jemaah Raja-Raja. Yang pada waktu itu merupakan homestay atau basis pertahanan dan pengembangan bagi raja-raja lanun (bajak laut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, raja lanun yang memiliki hubungan erat dengan para Batin (raja) Kerajaan Riau Lingga acap kali mengunjungi para raja lanun, untuk membahas pelbagai hal untuk mempertahankan daerah kekuasaanya, karena para raja-raja ini memahami betul akan kekuatan bala tentaranya masing-masing. Dan pada akhirnya mereka (batin kerajaan Riau Lingga) memutuskan untuk berkoalisi dengan para raja lanun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan berkoalisi tersebut selain menjaga kekuasaan wilayah masing-masing, raja lanun bersama pasukannya memang lihai dalam mengarungi lautan. Buktinya mereka (lanun) selalu berhasil menjegat kemudian membajak setiap kapal asing yang masuk kedaerahnya untuk dirampas harta benda yang dibawa kapal berbendera asing itu. Koalisi ini meminta kepada raja lanun untuk tidak membajak setiap yang berbendera Kerajaan Riau Lingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seringnnya mereka bertemu dan berkumpul guna menjaga keeratan dan keakraban diantara mereka, merekapun menetapkan setiap mengadakan pertemuan dipulau Jemaja. Nah, Sejak dari itulah pulau yang memiliki luas kurang lebih 541 ribu kilometer persegi dinamakan pulau 'Jemaah Raja-Raja' atau yang disingkat dengan pulau Jemaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita masyarakat disana menjelaskan bahwa peninggalan harta raja lanun masih banyak terpendam di Pulau Jemaja saat ini. Bahkan menurut pengakuan sudah ada beberapa penemuan barang-barang antik dan berbagai logam mulia seperti emas murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagamaimana adakah yang tertarik untuk berburu harta karun dipulau yang sempat menjadi tempat penampungan warga vietnam pada tahun 1976 ini? (berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-793347486335262693?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/793347486335262693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/793347486335262693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/09/jemaja-tempat-berkumpulnya-para-raja.html' title='Jemaja, Tempat Berkumpulnya Para Raja-Raja'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-4185541703971032288</id><published>2008-09-02T19:33:00.001-07:00</published><updated>2008-09-07T23:06:23.017-07:00</updated><title type='text'>Si Tuapun Wajib Bisa</title><content type='html'>"Sakit kepala," hampir semua peserta pelatihan desiminasi program aplikasi menyatakan hal demikian. Emang sih kalau hidup diera kompeterisasi mau ndak mau kita harus mengikuti tren teknologi. Lagian faktanya kecanggihan teknologi berupa kompeterisasi sangat membantu sekaligus mempermudah pekerjaan misalnya jarak udah gak menjadi batasan, berita segera tersampaikan dan terjawabs serta informasi dunia bisa diperoleh hanya dengan sekali klik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah masalahnya, sakit kepalanya ini. Otak bagian belakang rasanya cenat-cenut gelinyeng oleh materi yang harus tersimpan baik disel otak. Karena, file itu sekembalinya kami kedaerah harus dibuka kembali untuk dapat diaplikasi oleh orang seluruh kantor yang ada didaerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perserta Pelatihan Desiminasi Program Aplikasi mengundang perwakilan dari seluruh kanwil provinsi yang ada di Indonesia. Bermacam karakter pendidikan dan kelompok usia menjadi duta yang diharapkan. Ini perintah untuk mengikutinya, namun ada sih yang berkomentar mengikuti kegiatan ini hanya sekedar mengejar uang saku dari panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang menjadi keluhan dan gerutu dalam pelatihan ini adalah mereka-mereka dari kelompok usia tua dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Misalnya si tua. Ia hidup dijaman yang waktu itu popularitas mesin tik yang masih dikursuskan, sedangkan latar belakang pendidikan seperti sarjana psikolog, ia mengaku tidak ada matakuliah kompeterisasi apa lagi mengenai jaringan. Tapi tidak ada satupun dari kami yang menyalahi aturan kebijakan atasan untuk mengikuti perkembangan teknologi, justru kami ikut sepakat dengan tren teknologi komputer yang digulirkan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kedua setelah sepulangnya kami mengikuti pelatihan, kami kembali kepenginapan yang disediakan panitia. Waktu itu tanpa direncana kamar hotel nomor 232 dalam sekejap menjadi sarang nyamuk yang masuk dari jendela yang sengaja dibuka. Sebenarnya kami membuka jendela itu bermaksud mengusir asap rokok yang memenuhi ruangan.&lt;br /&gt;Kotornya kamar hotel itu sebenarnya pelakunya hanya lima orang kesemunya memang peserta yang tengah asiknya ngumpul dan mengobrol tentang daerah masing-masing sampai akhirnya kami mengeluh atas ketidakmampuan otak kami untuk memahami kesempurnaan perangkat komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang cuma berlima sudah mewakili karakter pendidikan dan kelompok usia. Bapak dari Provinsi Sumatera Utara misalnya ia memiliki ornamen usia yang dua tahun lagi ia akan menutup bukunya sebagai PNS. Emangsih dari sisi fisik bapak yang satu ini masih kelihatan tangguh sebagai PNS namun kodratnya itu sudah tidak memungkinkan lagi untuk bertarung dengan kemajuan teknologi seperti yang saat ini dipelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aiiih, sakit kepala ngederin materi tadi. Aku kurang negerti yang disampaikan, apa pembicara ngajarinya terlalu cepat atau aku goblok," ujar bapak dari Sumut sambil menggelengkan kepala. "Aku copy ya, materi yang kamu simpan dilaptopmu," kata lanjutannya setelah ia ditawari untuk mengcopy materi yang ditawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini harus dipahami neh, entar kalau ditanya atasan kalau gak bisa, gawat". Kami semua meamini komentar barusan. Artinya si tua dan si masalah pendidikan yang berbeda harus mengerti. Tapi sebenarnya kami bertanya-tanya sebenarnya daerah mengutus kami ini apakah sudah benar dan terseleksi dengan kamampuan yang kami miliki, atau jangan-jangan memang gak ada orang lagi yang sebenarnya lebih layik untuk mengikuti pelatihan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sih, sebenarnya komputer itu harus dimengerti oleh seluruh tamatan disiplin ilmu apapun, tapi bolehkan kami mengemukakan alasan tentang ilmu yang dipelajari dan diberikan kekami mengenai teknis jaringan komputer bukan hanya sekedar mengoperasikannya saja. Kami harus mengetahui kalau jaringan komputer yang dibangun mengalami trouble. &lt;br /&gt;Jujur saja, hampir semua dari kami kurang mengerti materi pelatihan yang disampaikan. Memang tidak semua sih dari seluruh peserta yang tidak mengerti, terutama para klen usia tua dan latar belakang masalah pendidikan yang sulit untuk menerima masuk materi komputerisasi kedalam sel membran otak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.. sejata kami paling akhir berharap bos mau mengerti akan kekurangan dan ketidak kemampuan kami. Mungkin menjadi harapan yang gak pupus selama kami masih bekerja dibidang yang menuntut kemajuan teknologi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-4185541703971032288?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4185541703971032288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/4185541703971032288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/09/si-tuapun-wajib-bisa.html' title='Si Tuapun Wajib Bisa'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-8150167302473444718</id><published>2008-08-06T21:14:00.002-07:00</published><updated>2008-08-07T00:07:31.830-07:00</updated><title type='text'>Dipaksa Menerima dan Berbuat</title><content type='html'>Pagi, 22 Juli 2008. Pagi yang membuat semua peserta berpikir, menebak kira-kira apa yang bakal dikerjakan dan apa yang bakal terjadi selama dua minggu kedepan. Mungkin kebosanan, ngantuk, letih dan bahkan menderita batin maupun fisik bakal kami rasakan. Ternyata khayalan itu benar-benar terwujud dan tidak sulit untuk ditebak, karena sebelum kami dipertemukan dan dikumpulkan kami udah duluan mendapat wejangan dari para senior kami maupun pimpinan dari masing-masing provinsi tempat kami berkerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang tergabung dalam 68 peserta dari 21 provinsi se-Indonesia yang patut dibanggakan dan menyenangkan sebenarnya adalah kesempatan berkenalan kawan-kawan dari sabang - merauke. Hanya sebatas itu, tidak lebih dan tidak kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, lembaga mengumpulkan kami untuk mengikuti Diklat Prajabatan calon PNS dari 22 Juli sampai 2 Agustus 2008. Seperti biasa, hanya pendidikan dan pelatihan pembangunan kepribadian seorang sebagai abdi negara yang taat kepada negara dan pelayan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kegiatan tersebut merupakan kegiatan wajib bagi calon PNS, tapi entah kenapa malam selepas perpisahan, kami sekumpulan orang-orang (peserta) merasa tidak puas dengan hasil pelatihan, pendidikan yang kami peroleh dan kami sependapat pendidikan tersebut hanya formalitas belaka, hanya untuk merubah status dari calon PNS menjadi PNS 100 persen.&lt;br /&gt;Berharap menjadi PNS "bersih"...! rasanya pesimis deh. Masalahnya bukan apa. Kami yang masih muda dan tidak tahu apa-apa harus berhadapan dengan berbagai tipu muslihat dan dipaksa harus ikut bersekongkol dengan orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dengan fasilitas yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan semakin menarik dan semakin larut. Mumpung ini malam terakhir kami berkumpul dan entah kapan dapat bertemu dan kumpul kembali, karena besok sebagian besar dari kami harus segera kembali kedaerah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan kami mulai dari materi pembelajaran. Ada 14 materi dan hampir kesemua materi yang disampaikan berbobot dan benar-benar wajib dipelajari dan dipahami. Sebenarya bukan hanya memahami saja, tetapi harus benar-benar diterapkan selama kami masih berstatus PNS. Ada salah satu teman pembicaraan kami berucap "andaikan kewajiban dan larangan PNS benar-benar dipraktekkan oleh seluruh PNS di negeri ini ya...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan juga jiwa-jiwa dan sikap yang baik itu tidak pernah memudar bahkan pupus. Ibarat batu karang yang tidak perduli dengan sekelilingnya yang menghajar telak terus menerus dengan gulungan ombaknya atau tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya yang terkadang menenggelamkannya dan menimbulkannya kepermukaan. Mungkin seiring perjalanan waktu dan keterampilan bersubahat jahat dengan jam terbang yang tinggi didukung dengan lingkungan bisa berubah sikap dan jiwa itu. Semoga kawan-kawan semasa Diklat Prajabatan di Bandung tidak setuju dengan pernyataan pesimis seperti ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan semakin menarik, dan entah berapa batang puntung rokok disertai abu mengotori lantai, padahal jelas beberapa tong sampah tersediakan oleh panitia. Sebenarnya kami sudah dijelaskan dan harus mengikuti peraturan untuk turut menjaga kebersihan lingkungan asrama karena dari situ kata panitia ada poin tersediri penilaian untuk kelulusan Diklat Prajabatan.&lt;br /&gt;Kami sadar udah berbuat sesuatu yang melanggar peraturan. Tapi malam itu kami sepakat untuk berbuat malanggar peraturan, toh malam ini tidak ada lagi penilaian karena pengumuman kelulusan sudah diproklamirkan didepan deputi. Keputusan itu tidak akan merubah kelulusan gara-gara malam ini kami mengotori lantai asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyektif, kalimat yang tidak sulit untuk dilapaskan tapi tidak semudah untuk dijinakkan karena seharusnya manusia bisa melihat dari berbagai sudut pandang yang relevan akan tetapi manusia sekarang hanya mau berpikir instan alias tidak mau repot. Karena hasilnya nantitidak ada manfaat untuk dirinya, padahal nasib orang lain saat itu ada ditangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang kami rasakan kekecewaan dan ketidakpuasan yang sangat mendalam karena ikhtiar yang kami lakukan selama dua minggu ini hanya menjadi sia-sia belaka. Sebagai wahana pendidikan dan pengembangan SDM tempat kami berlatih dan didik tidak mampu memberikan kepuasan yang obyektif. Padalah hampir semua penyaji materi (widyaiswara) menuturkan kata-kata bijak mengalun lambat agar murid-muridnya mudah mengerti dan memahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang kami berterima kasih banget kepada seluruh widyaiswara yang sudah mau direpotion dengan berbagai pertanyaan dan tentunya sebagai murid yang baik, kami berusaha akan patuh. Mulailah sang guru mentransfer ilmunya dengan pengalamanya yang kebetulan duluan dihidupkan Tuhan kepada kami 68 muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... lagi-lagi sekumpulan pria tadi yang tengah asik ngobrol merasa pesimis jurus yang diberikan tidak akan ampuh menangkis setiap serangan lawan yang mengkeroyok abis-abisan, mendorong hingga kami tersudut dan terpojokkan dan bahkan harus terdamparkan. Ahhh...masa harus seperti ini. Pesan, Pilihlah secara bijak...! Wahai kawan-kawanku sekalian. Baik jadi diri sendiri ketimbang kita musti menjadi orang "gila". he-he.he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bosan ah, kita cari topik obrolan lain aja," kalimat ini yang mengakhiri pembicaraan yang sok dewasa. Akhirnya pembicaraan diubah ketingkat yang lebih mementingkan kejujuran kami masing-masing yakni wanita yang dikagumi selama mengikuti Diklat Prajabatan. Ho.ho.hoo ternyata anugrah Tuhan menganai perasaan luar biasa. Dan ini menjadi rahasia kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temen-temenDiklat Prajab Gol III&lt;br /&gt;Bandung 22 Juli s/d 3 Agustus 2008&lt;br /&gt;Khususnya Barak I&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-8150167302473444718?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/feeds/8150167302473444718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2153450373047259731&amp;postID=8150167302473444718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/8150167302473444718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/8150167302473444718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/08/dipaksa-menerima-dan-berbuat.html' title='Dipaksa Menerima dan Berbuat'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-1876280751182186335</id><published>2008-07-14T00:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T00:35:22.580-07:00</updated><title type='text'>136,4 Ribu Jumlah Penduduk Miskin Kepri</title><content type='html'>Perubahan jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Riau dari tahun sebelumnya ke tahun ini belum berubah jauh. Meski menunjukkan angka penurunan, tapi baru satu persen.&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mengolah data pada survei Maret 2008 lalu, tercatat sekitar 136,4 ribu jiwa atau sekitar 9,18 persen dari total jumlah penduduk Kepri yang tercatat pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kepri berjumlah 1,5 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun survei yang dilakukan BPS Provinsi Kepri sebelum diumumkan pemerintah menaikan harga BBM. Banyak kalangan menilai angka kemiskinan sebenarnya kondisi saat ini bisa dipastikan berubah naik, kalau survei dilakukan sesudah kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menunjukkan angka masih diatas 100 ribuan orang, tetapi berdasarkan data BPS sebenarnya angka penduduk miskin pada Maret lalu turun dibanding Maret 2007. Pada Maret 2007, angka kemiskinan sejumlah 148,4 ribu jiwa, atau sekitar 10,30 persen dari total penduduk Kepri yakni 1,3 juta jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan terjadi paling dominan di daerah perkotaan, yakni sejumlah 7,6 persen jiwa. Sementara dipedasaan, hanya turun 4,5 ribu jiwa. Persentase penduduk miskin di kota sendiri turun dari 10,08 persen manjadi 8,81 persen. Di pedesaan turun dari 10,54 persen manjadi 9,60 persen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-1876280751182186335?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1876280751182186335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/1876280751182186335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/07/1364-ribu-jumlah-penduduk-miskin-kepri.html' title='136,4 Ribu Jumlah Penduduk Miskin Kepri'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-5200263693671181925</id><published>2008-06-27T20:45:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T00:09:53.817-07:00</updated><title type='text'>Robby Mantenan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SGW1ivlVjWI/AAAAAAAAABU/OQmozxUpESY/s1600-h/Robby+manten+I.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216775351871835490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SGW1ivlVjWI/AAAAAAAAABU/OQmozxUpESY/s320/Robby+manten+I.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Buat pa' rooby. Selamat menempuh kenikmatan baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-5200263693671181925?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/5200263693671181925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/5200263693671181925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/06/robby-mantenan.html' title='Robby Mantenan'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SGW1ivlVjWI/AAAAAAAAABU/OQmozxUpESY/s72-c/Robby+manten+I.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-5361810528351905834</id><published>2008-06-27T20:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T21:25:00.619-07:00</updated><title type='text'>"Budak Melayu"</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SGWvX_kroSI/AAAAAAAAAA8/qp6OMRtMbC8/s1600-h/Budak+Melayu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216768570115727650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SGWvX_kroSI/AAAAAAAAAA8/qp6OMRtMbC8/s320/Budak+Melayu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Siapapun yang terlahir dinegeri bumi melayu pastinya akan bangga menjadi budak melayu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-5361810528351905834?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/5361810528351905834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/5361810528351905834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/06/budak-melayu-jangan-disalah-artikan-ya.html' title='&quot;Budak Melayu&quot;'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_foIGRXpR360/SGWvX_kroSI/AAAAAAAAAA8/qp6OMRtMbC8/s72-c/Budak+Melayu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2153450373047259731.post-885320260818192564</id><published>2008-06-16T00:13:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T00:17:55.917-07:00</updated><title type='text'>Aladin</title><content type='html'>Aladin disini bukan ninaian bobo yang berasal dari negeri seribu satu dongeng yang mengkisahkan seorang bujang mencitai seorang putri raja. Aladin kali ini, tidak lain adalah benda wujud yang setiap hari kita pandang dengan pandangan yang terbatas, kita injak dengan sepatu yang terkadang terkena najis, dan terkadang kita coret-moret dengan sentuhan tangan jahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aladin yang setiap hari kita jumpai ini merupakan tempat kita berteduh dan orang sering bilang hanya saksi bisu yang tanpa bisa bersaksi dan takkan mungkin berteriak. Selamanya akan tetap diam. Aladin diciptakan berkat tangan-tangan ahli yang udah kapalan dan kasar. Aladin juga bisa membunuh kita karena sang pencipta Aladin menciptakannya menjadi sosok yang kokoh dan angkuh kalau ia berdirik tegak besar menjulang. Tapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum birokrasi, Aladin sering dijadikan indikator untuk menilai mereka-mereka (baca: orang) yang melarat hidupnya. Bagi borjuis Aladin dibuat sebagus mungkin dan senyaman mungkin dan harus bisa menjadi bahan bangga-banggaan. Bagi koruptor Aladin dijadikan objek yang bisa menumpuk pundi-pundi celengannya. Bagi aparat Aladin mungkin senjata paling ampuh untuk menginsafkan para pelaku yang merugikan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagi sebagian orang Aladin terkadang membuat orang bisa menjadi letih-lesu padahal seharian kita tidak melakukan aktifitas yang melelahkan akibat kejenuhan kita yang dikukung sosok Aladin tanpa bisa bergerak sedikitpun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2153450373047259731-885320260818192564?l=mohddwinanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/feeds/885320260818192564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2153450373047259731&amp;postID=885320260818192564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/885320260818192564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2153450373047259731/posts/default/885320260818192564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mohddwinanto.blogspot.com/2008/06/aladin.html' title='Aladin'/><author><name>Muhammad Dwi Nanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07722963617359721548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
